Karena tujuan utama kami adalah menyaksikan berbagai perlombaan di komplek perumahan, kami pun segera pulang. Dan benar saja, lapangan komplek sudah dipenuhi anak-anak yang tidak sabar menunggu giliran lomba.

Tahun ini, lomba memang dikhususkan untuk anak-anak. Panitia dan juri terdiri dari warga komplek yang tergabung dalam kepanitiaan bersama para remaja. Mereka bekerja dengan penuh semangat demi menyukseskan acara.
Di salah satu sudut lapangan, beberapa anak tampak berdiskusi serius.
"Aku pasti menang lomba makan kerupuk!" kata seorang anak dengan penuh keyakinan.
"Belum tentu, kemarin aku latihan terus," jawab temannya sambil tertawa.
Tak jauh dari sana, seorang panitia mengingatkan peserta.
"Ayo, yang mau lomba bersiap. Menang kalah urusan nanti, yang penting semangat dan sportif!"
"Iya, Kak!" jawab mereka serempak.
Suasana semakin ramai ketika perlombaan dimulai. Sorak-sorai para orang tua dan warga terdengar hampir tanpa henti. Setiap anak yang berhasil menghabiskan kerupuk langsung disambut tepuk tangan meriah. Bahkan mereka yang tidak menang pun tetap tersenyum bahagia.
Yang menarik, kedua cucu kami ternyata memilih menjadi penonton. Ketika ditanya mengapa tidak ikut lomba, jawabannya sederhana.