Video Pilihan

17an Bogor Park Residen: Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Indonesia

17 Agustus 2026   17:23 Diperbarui: 17 Agustus 2026   17:23 235 5 4


Semarak Kemerdekaan di Komplek Kami

Ketika Tawa Anak-Anak Menjadi Hadiah Terindah di Usia 81 Tahun Indonesia

Selamat sore, kompasianer...

Sejak pagi hingga sore hari ini, suasana di lingkungan kami benar-benar berbeda. Merah putih berkibar di mana-mana, suara pengeras suara terdengar bersahutan, dan tawa anak-anak seolah menjadi musik yang mengiringi perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.

Pagi tadi, tepat pukul 07.00, saya meninggalkan Saung APA. Bersama istri, kami terlebih dahulu menikmati sarapan nasi uduk di tempat langganan dekat Pasar Cibadak. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju rumah kami di Bogor Park Residence.

"Sumber : WA Grup RT.02 RW.13 BPR"

Belum sampai tujuan, suasana kemerdekaan sudah begitu terasa. Di depan Kecamatan Cijeruk, jalanan dipenuhi warga yang mengikuti upacara dan karnaval. Berbagai RT menampilkan kreativitas terbaik mereka. Ada yang mengenakan pakaian adat, kostum pejuang, hingga aneka dekorasi merah putih yang membuat suasana semakin meriah.

"Kita harus tampil paling kompak ya!" terdengar seorang panitia memberi semangat kepada peserta karnaval.

"Pokoknya RT kita harus juara!" sahut seorang anak dengan penuh percaya diri.

Melihat semangat mereka, saya dan istri hanya bisa tersenyum. Beginilah wajah Indonesia yang sesungguhnya. Berbeda-beda, tetapi tetap bersatu dalam kegembiraan.

Karena tujuan utama kami adalah menyaksikan berbagai perlombaan di komplek perumahan, kami pun segera pulang. Dan benar saja, lapangan komplek sudah dipenuhi anak-anak yang tidak sabar menunggu giliran lomba.

"Sumber: WA Grup RT.02 RW.13 BPR."

Tahun ini, lomba memang dikhususkan untuk anak-anak. Panitia dan juri terdiri dari warga komplek yang tergabung dalam kepanitiaan bersama para remaja. Mereka bekerja dengan penuh semangat demi menyukseskan acara.

Di salah satu sudut lapangan, beberapa anak tampak berdiskusi serius.

"Aku pasti menang lomba makan kerupuk!" kata seorang anak dengan penuh keyakinan.

"Belum tentu, kemarin aku latihan terus," jawab temannya sambil tertawa.

Tak jauh dari sana, seorang panitia mengingatkan peserta.

"Ayo, yang mau lomba bersiap. Menang kalah urusan nanti, yang penting semangat dan sportif!"

"Iya, Kak!" jawab mereka serempak.

Suasana semakin ramai ketika perlombaan dimulai. Sorak-sorai para orang tua dan warga terdengar hampir tanpa henti. Setiap anak yang berhasil menghabiskan kerupuk langsung disambut tepuk tangan meriah. Bahkan mereka yang tidak menang pun tetap tersenyum bahagia.

Yang menarik, kedua cucu kami ternyata memilih menjadi penonton. Ketika ditanya mengapa tidak ikut lomba, jawabannya sederhana.

"Aku mau lihat saja, kai."

"Seru lihat teman-teman lomba."

Maklum, usia mereka baru lima tahun dan tiga tahun. Bagi mereka, menyaksikan keramaian dan menikmati suasana ternyata sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.

Saya memperhatikan wajah-wajah polos yang penuh semangat itu. Mereka berlari, tertawa, bercanda, dan sesekali kecewa ketika kalah. Namun beberapa menit kemudian mereka sudah kembali bermain bersama. Tidak ada permusuhan, tidak ada dendam. Hanya kebersamaan.

Di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin modern, tradisi lomba 17 Agustus seperti ini ternyata masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Bukan soal hadiahnya, bukan pula soal siapa yang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah kebersamaan, gotong royong, dan rasa cinta kepada tanah air yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Sumber: WA Grup RT.02 RW.13 BPR."

Sore mulai turun, perlombaan satu per satu selesai. Warga mulai berkemas, anak-anak pulang dengan wajah lelah namun bahagia, sementara para panitia masih sibuk membereskan perlengkapan acara.

Hari ini saya kembali menyadari bahwa kemerdekaan tidak selalu dirayakan dengan sesuatu yang besar. Kadang, kemerdekaan hadir dalam bentuk yang sederhana: tawa anak-anak, kerja sama warga, dan kebersamaan yang terjalin tanpa memandang usia maupun latar belakang.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Semoga Indonesia semakin maju, semakin kuat, dan semakin sejahtera. Semoga semangat para pejuang tetap hidup dalam diri generasi penerus bangsa. Dan semoga tawa anak-anak yang memenuhi lapangan komplek hari ini menjadi pertanda bahwa harapan Indonesia masih tumbuh dengan indah di masa depan.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3