A Day in My Life
Catatan Perjalanan
Selamat pagi Kompasianer...
Pagi ini sebenarnya kami sudah punya rencana.
Saya dan istri mau jalan-jalan ke Balong Indah, salah satu wisata alam di Bogor yang katanya sudah beroperasi sejak tahun 2016.
Kalau benar, berarti tahun ini sudah genap sekitar 10 tahun.
Lumayan juga...
Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar.
Dan hebatnya, sampai sekarang Balong Indah tetap ramai dikunjungi. Mungkin karena tempatnya memang enak. Pemandangannya indah, suasananya asri, udaranya sejuk, dan yang paling penting...
bisa bikin pikiran sedikit lupa sama rutinitas.
Cocoklah buat healing.
Nah, sejak malam sebelumnya saya sudah mempersiapkan beberapa perlengkapan.
Baju ganti, sandal, dan...
kamera bawah air.
Ini yang sebenarnya agak mencurigakan.
Istri melihat saya sedang memasukkan kamera ke dalam tas.
"Pah..."
"Ya?"
"Bawa kamera itu buat apa?"
"Ya buat foto."
"Foto apaan? Di sana kan bukan laut."
"Kan namanya kamera bawah air... siapa tahu ada yang menarik di bawah."
Istri langsung diam.
Tatapannya mulai berubah.
Mungkin dalam hati dia berkata,
"Wah... ini suami saya mulai punya ide lagi."
He he he...
Pagi harinya kami berangkat.
Begitu sampai Balong Indah, ternyata sudah cukup ramai.
Pengunjung sudah banyak yang bermain air.
Ada yang datang bersama keluarga, anak-anak, ada yang berenang, ada yang sekadar berendam menikmati kesegaran air.
Melihat suasana seperti itu, saya pun tidak mau kalah.
Nyemplung!
Baju ganti yang sudah saya siapkan sejak malam akhirnya punya fungsi.
Dan kamera bawah air yang dari rumah saya bawa dengan penuh perencanaan...
akhirnya bekerja juga.
Saya mulai merekam suasana di bawah permukaan air.
Dari atas kelihatannya biasa saja.
Tapi kalau kamera sudah masuk ke bawah air, ternyata dunia di bawah sana punya cerita sendiri.
Saya berendam...
Kepala muncul sebentar...
Kemudian masuk lagi...
Rekam sana...
Rekam sini...
Pokoknya gaya saya sudah seperti penyelam profesional.
Padahal...

kedalaman airnya juga tidak seberapa.
He he he...
Tapi justru di sinilah cerita lucunya.
Karena ternyata tidak semua pengunjung tahu kalau saya membawa kamera bawah air.
Saya juga sempat melihat beberapa pengunjung yang sedang asyik menikmati suasana berdua.
Namanya juga tempat wisata.
Ada yang datang bersama keluarga.
Ada yang datang bersama teman.
Ada juga yang datang berdua...
mungkin sedang mencari tempat yang agak sepi untuk ngobrol dari hati ke hati.
Nah, kalau sudah begini saya langsung ingat pesan orang tua:
"Jangan kepo urusan orang."
Maka kamera saya arahkan kembali ke suasana alam.

Karena ada batas antara mengabadikan momen perjalanan dan mengabadikan urusan pribadi orang lain.
Walaupun...
Jujur saja...
Kamera bawah air itu memang kadang bikin kita melihat sesuatu yang tidak terlihat dari atas.
He he he...
Setelah puas bermain air, kami pun pulang.
Sampai di rumah, saya buka hasil rekaman.
Istri ikut melihat.
Baru beberapa saat menonton, tiba-tiba dia bilang,
"Pah..."
"Kenapa?"
"Ini jangan di-upload!"
Saya jawab,
"Lho, kenapa?"
"Ya... itu ada orang lain yang ikut terekam."
Saya lihat lagi.
"Oh iya juga..."
Akhirnya kami putuskan untuk menghapus bagian-bagian yang memang tidak pantas dibagikan.
Delete!
Selesai.
Tidak kami upload.
Tidak kami jadikan bahan konten.
Karena menurut saya, lucu-lucuan boleh...
Jahil sedikit boleh...
Tapi kalau sudah menyangkut privasi orang lain, stop sampai di situ.
Toh kita datang ke tempat wisata bukan untuk mengurusi kehidupan pengunjung lain.
Kita datang untuk menikmati alam.
Menikmati air.
Menikmati udara sejuk.
Menikmati pemandangan.
Dan tentu saja...
mencari bahan cerita untuk Kompasianer semua.
He he he...
Dari Balong Indah pagi ini saya belajar satu hal sederhana.

Bawa kamera boleh.
Merekam boleh.
Bikin konten boleh.
Tapi jangan lupa sopan santun.
Karena tidak semua yang masuk ke kamera harus masuk ke media sosial.
Ada yang cukup menjadi cerita...
Ada yang cukup menjadi kenangan...
Dan ada juga yang lebih baik langsung masuk folder:
"DELETE PERMANEN."
He he he...
Jadi buat teman-teman yang berwisata di mana pun berada, mari sama-sama menjaga tempat wisata dan juga menjaga sesama pengunjung.
Jangan melakukan hal-hal yang bisa mengganggu kenyamanan orang lain.
Nikmati destinasi yang ada.
Jaga alamnya.
Jaga kebersihannya.
Jaga sikapnya.
Dan yang paling penting...
jangan sampai kamera kita lebih maju daripada etika kita.
Kalau soal kamera bawah air?
Untuk sementara...
pensiun dulu.
Sampai istri mengizinkan saya membawanya lagi.
He he he...
Salam jalan-jalan dari Bogor.
Balong Indah: airnya menyegarkan, ceritanya... lumayan bikin istri geleng-geleng kepala!