
Candi Badut terletak di Desa Karang Besuki, Malang, Jawa Timur, dan merupakan salah satu situs bersejarah yang penting bagi kebudayaan Indonesia. Diperkirakan dibangun pada abad ke-8 M oleh Raja Kanjuruhan, candi ini merupakan salah satu contoh arsitektur Hindu yang mencerminkan pengaruh budaya India di Nusantara. Candi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol kekuasaan dan identitas masyarakat pada masa itu. Arsitektur Candi Badut menampilkan gaya khas yang mencerminkan teknik konstruksi pada masa itu. Candi ini terbuat dari batu andesit, dengan ukuran yang cukup besar dan memiliki ornamen yang rumit. Struktur utama candi terdiri dari bangunan berbentuk persegi dengan atap tiga tingkat, yang melambangkan tingkatan dunia spiritual. Fungsi utama Candi Badut adalah sebagai tempat pemujaan dewa, namun juga berfungsi sebagai tempat berkumpul bagi masyarakat untuk perayaan ritual keagamaan.
Candi Badut tidak hanya dikenal karena keindahan arsitekturnya, tetapi juga karena berbagai peristiwa sejarah yang mengelilinginya. Salah satu peristiwa penting adalah penemuan candi ini pada tahun 1920 oleh arkeolog Belanda, yang kemudian memicu minat untuk melakukan penggalian dan penelitian lebih lanjut. Penemuan ini mengungkapkan berbagai artefak dan relief yang memberikan wawasan tentang kehidupan masyarakat Hindu pada masa itu. Situs ini memberikan bukti penting tentang kehidupan masyarakat pada masa pemerintahan kerajaan-kerajaan Jawa kuno, seperti kerajaan Kediri dan Singhasari, yang memainkan peran besar dalam pembentukan sejarah Indonesia.Peristiwa yang terkait dengan Candi Badut berkontribusi pada pembentukan identitas nasional dan regional Indonesia. Candi ini menjadi simbol warisan budaya yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki sejarah yang kaya dan beragam. Melalui pelestarian dan pengkajian Candi Badut, masyarakat dapat memahami akar budaya mereka, yang semakin memperkuat rasa kebanggaan akan identitas nasional dan lokal.
Penemuan Candi Badut juga mengingatkan kita akan pentingnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dalam sejarah Indonesia, yang menunjukkan keberagaman budaya dan agama di tanah air sebelum kedatangan Islam. Bagi masyarakat Jawa Timur, situs ini menjadi bagian dari identitas mereka, menghubungkan mereka dengan masa kejayaan kerajaan Hindu-Buddha. Meskipun Candi Badut bukan situs yang langsung berkaitan dengan peristiwa besar perjuangan kemerdekaan Indonesia, namun keberadaannya dapat dipandang sebagai simbol perjuangan kebangsaan dalam arti yang lebih luas. Candi ini memperlihatkan bagaimana kerajaan-kerajaan di masa lalu berusaha untuk menciptakan identitas mereka membentuk suatu sistem politik, sosial, dan budaya yang mencerminkan keberagaman bangsa. Dalam konteks perjuangan nasionalisme Indonesia, Candi Badut juga menyimbolkan upaya bangsa Indonesia untuk bersatu, dengan menghargai dan merayakan warisan budaya. Keberadaan Candi Badut memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat sekitar. Candi ini menarik perhatian wisatawan, yang berdampak positif terhadap perekonomian lokal. Walaupun tidak ada tarif masuk untuk mengunjungi candi ini , namun tetap membantu perekonomian wakga sekitar, aktivitas pariwisata yang berkembang di sekitar candi juga mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan melestarikan budaya serta tradisi mereka. Selain itu, Candi Badut menjadi lokasi penting untuk berbagai acara budaya dan festival, yang semakin menguatkan komunitas lokal.
Nama Kelompok 5 :
Dina Alfiyah (230103110006)
Nabila Nur Afrina (230103110088)
Husna Amalia Suaidah (230103110136)
Fika Nur Khoiriyah (230103110109)
Ahmad Rozan Nur Mahdi Rokhmatullah (230103110131)