Omjay Labschool
Omjay Labschool Guru

Blogger Handal di Era Global wa 08159155515

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pertemuan Kedua Diklat GMLD: Kelola Jejak Digital yang Baik

17 Desember 2024   17:59 Diperbarui: 17 Desember 2024   17:59 427 4 3

Beberapa dampak negatif dari jejak digital yang buruk, yaitu:

 1. Kerusakan reputasi seperti konten negatif atau memalukan yang pernah diunggah dapat merusak citra diri di mata orang lain, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

2. Peluang yang hilang karena banyak perusahaan dan institusi sekarang memeriksa jejak digital calon karyawan atau mahasiswa, menemukan konten yang tidak pantas di jejak digitalmu hal ini dapat menghilangkan peluang berharga.

3. Penipuan dan kejahatan saat kita lengah memberikan Informasi pribadi yang terpapar secara online dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan atau kejahatan lainnya.

4. Adanya cyberbullying karena Jejak digital yang buruk dapat membuat seseorang menjadi target cyberbullying, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental.

5. Kesulitan mencari pekerjaan. Mengapa? Karena banyak perusahaan yang  menggunakan media sosial untuk menyaring calon karyawan. Jejak digital yang negatif dapat membuat Anda sulit mendapatkan pekerjaan.

tips membangun reputasi/dokpri
tips membangun reputasi/dokpri
Ini juga sebagai tambahan  untuk wacana bapak ibu hebat yang menyimak pada siang hari ini. Bagaimana cara untuk membuat jejak digital yang baik?
1. Cara Menjaga Jejak Digital Agar Bersih dan Aman
2. Jangan bagikan data pribadi seperti alamat, nama keluarga, rekening ATM, dan nomor telepon.
3. Jangan oversharing atau membagikan informasi pribadi di media sosial secara berlebihan. ...
4. Cek nama pengguna di Google secara berkala dan segera hapus informasi sensitif.

kesimpulan materi/dokpri
kesimpulan materi/dokpri
Beberapa contoh kasus pelanggaran privasi di dunia maya yang sering terjadi:

 1. Kebocoran data pribadi: Perusahaan sering menjadi target peretas yang ingin mencuri data pengguna seperti nama, alamat, nomor telepon, bahkan informasi finansial. Data ini kemudian bisa disalahgunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari penipuan hingga pencurian identitas.

2. Penyalahgunaan data sosial media: Informasi yang kita bagikan di media sosial bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Misalnya, data lokasi bisa digunakan untuk melacak keberadaan kita, atau foto pribadi bisa digunakan untuk membuat konten palsu.

3. Pengintaian online: Ada banyak cara untuk mengintai aktivitas online seseorang, mulai dari memasang malware di perangkat hingga melacak jejak digital. Informasi yang didapatkan dari pengintaian ini bisa digunakan untuk tujuan yang merugikan.

4. Pelanggaran privasi anak: Anak-anak seringkali menjadi korban pelanggaran privasi di dunia maya. Misalnya, predator online yang memanfaatkan platform media sosial untuk mendekati anak-anak dengan tujuan yang tidak baik.

5. Penjualan data pribadi: Data pribadi yang dicuri seringkali dijual secara ilegal di dark web. Pembeli data ini bisa siapa saja, mulai dari perusahaan hingga individu yang ingin melakukan tindakan kriminal.

Mungkin Bapak Ibu sering mendengar atau membaca berita tentang kejahatan di dunia maya dan modus penipuannya ya. Ini cara kita melindungi diri dari kejahatan tersebut.

Bagaimana cara melindungi diri dari pelanggaran privasi di dunia maya?

 1. Jaga kerahasiaan data pribadi: Jangan sembarangan membagikan data pribadi di internet.
 2. Gunakan kata sandi yang kuat: Buat kata sandi yang unik dan sulit ditebak untuk setiap akun.
 3. Aktifkan fitur keamanan: Manfaatkan fitur keamanan yang disediakan oleh platform media sosial dan layanan online lainnya.
 4. Hati-hati dengan tautan dan lampiran: Jangan   sembarangan membuka tautan atau mengunduh lampiran dari pengirim yang tidak dikenal.

Ada 10 langkah yang bisa diterapkan oleh guru maupun siswa untuk mengelola Jejak Digital, yaitu:

  • 1. Pikirkan sebelum berbagi: Sebelum memposting sesuatu di media sosial, pertimbangkan apakah informasi tersebut pantas untuk dilihat publik.
  • 2. Lindungi privasi: Atur pengaturan privasi di semua akun media sosial agar hanya orang-orang yang Anda kenal yang bisa melihat postingan Anda.
  • 3. Gunakan password yang kuat: Buat password yang unik dan sulit ditebak untuk setiap akun.
  • 4. Hati-hati dengan tag: Tolak tag yang tidak diinginkan dan pertimbangkan untuk menyembunyikan postingan yang menandai Anda.
  • 5. Bersikap sopan dan santun: Hindari komentar negatif, ujaran kebencian, atau informasi yang tidak benar.
  • 6. Laporkan konten yang tidak pantas: Jika menemukan konten yang melanggar aturan, laporkan segera.
  • 7. Periksa pengaturan privasi secara berkala: Seiring waktu, pengaturan privasi mungkin berubah. Periksa secara teratur dan perbarui jika diperlukan.
  • 8. Batasi akses aplikasi pihak ketiga: Hanya berikan akses ke aplikasi yang benar-benar Anda percayai.
  • 9. Back up data penting: Simpan salinan data penting Anda secara teratur untuk mencegah kehilangan data.

10. Belajar terus menerus: Tetaplah update dengan perkembangan teknologi dan tren terbaru terkait privasi data.

Khusus untuk Guru:

  • 1. Jadilah role model dengan munjukkan kepada siswa bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab.
  • 2. Gunakan teknologi di kelas bagaimana mengintegrasikan media sosial dan alat online lainnya ke dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa.
  • 3. Ajarkan literasi digital dengan  memberikan pengetahuan kepada siswa tentang cara mengevaluasi informasi yang mereka temukan di internet.

Kiat untuk Siswa:

  • 1. Hati-hati dengan informasi pribadi: Jangan membagikan informasi pribadi seperti nomor telepon, alamat rumah, atau tanggal lahir secara sembarangan.
  • 2. Jangan mudah percaya dengan orang asing: Berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang baru dikenal di dunia maya.
  • 3. Laporkan perundungan online: Jika mengalami perundungan online, jangan ragu untuk melaporkannya kepada guru atau orang tua.

Nah, sekarang kita masuk sesi tanya jawab ya!

Pertanyaan pertama atau 1

Nama: Damar Yasalam
Alamat: Kota Serang

Pertanyaan:
Sekarang digital sdh ada mentrinya yaitu Mutia Hafid, mentri komunikasi informasi digital atau disingkat komdigi.

Apa yg bisa dikolaborasikan pihak GMLD2 dengan komdigi?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6