Guru, penulis, dan penangkap cerita. Menjelajahi tren gaya hidup, relasi, dan isu sosial sehari-hari lalu merangkumnya lewat tulisan yang bermakna. Hobi mendengarkan lagu dan membaca Alkitab. Let's connect through words!

Saya pulang melihat dengan nanar setumpukan buku itu waduhh dalam hati saya, harus belajar lagi dong! Akhirnya saya brainstorm di ChatGPT (maklum saya gen Z)
Chatgpt mengatakan saya mampu mengemban tugas tersebut, karena saya pernah menyukai ketiga mapel tersebut dalam periode tertentu, hanya saja saya yang tidak yakin akan kemampuan dalam diri saya. Namun hal ini sudah dilihat duluan oleh bos saya, makanya bos saya memberikan bekal berupa buku yang banyak tadi.
Hmm make sense sih pikir saya. Lalu senyuman bos saya tadi bukan senyuman berupa senyuman menjebak gitu tapi lebih ke senyum lega karena akhirnya langsung menemukan guru pengganti yang kuat.
Make sense lagi!
Duh kayaknya saya yang terlalu banyak menjudge. okelah akhirnya dua hari saya pakai untuk membeli peralatan stationery dan bertanya sebanyaknya materi yang mungkin akan dipelajari dari Miss yang akan resign. Lalu teori mengatur anak tips-tips nya.

Dan tadaaa.... sudah dua harian ini saya belajar, Trigonometri yang sebanyak itu kan kompleks ya trigonometri ada di kelas 10 juga kelas 12, bersama integral dan turunan, dengan soal latihan sampai 80an yang sudah saya mengerti saya akhirnya berhasil menyambungkan sinapsis lagi dalam otak saya.
Ternyata lebih mudah, karena saya dulu sudah terbiasa latihan soal. Sambil meminta hikmat dari Tuhan, selama seminggu ini saya akan latihan soal karena saya juga libur berhubungan dengan anak sekolah yang libur.
Apalagi pesan bos saya adalah untuk menguasai Fisika, dan Matematika lebih lagi. Tapi tentu saja saya dikejar oleh waktu. Dan saya harus pinter-pinter membagi waktunya. Karena jujur kayak ada ekspektasi yang diharapkan bos saya.
Tapi dalam otak saya, saya lebih menganggap ini sebagai challenge atau tantangan. Masalahnya saya itu orangnya gak suka ditantang. Mungkin penilaian bos saya benar, tapi mampukah saya menangani 30 orang dalam satu kelas?
Jujur, menurut Kompasioner saya sanggup kah melakukannya?