Reno Radzabi
Reno Radzabi Seniman

Sutradara dan penulis naskah film Ig: @renoism__

Selanjutnya

Tutup

Video

Metropolis (1927): Utopia Visual yang Dibangun di Atas Distopia Sosial

3 November 2026   16:10 Diperbarui: 3 November 2026   16:10 146 2 1

Sebab, dalam kehidupan nyata, mereka yang menikmati keuntungan dari sebuah sistem tidak selalu memiliki alasan untuk mengubahnya hanya karena memahami penderitaan orang lain.

Pada akhirnya, konflik sosial tidak selalu membutuhkan seseorang yang mampu mempertemukan kedua belah pihak. Terkadang, persoalannya justru terletak pada sistem yang membuat kedua pihak tidak pernah berdiri dalam posisi yang setara.

Sebuah Paradoks yang Bertahan Hampir Satu Abad

Mungkin inilah paradoks terbesar Metropolis: Fritz Lang membangun sebuah utopia visual untuk memperlihatkan distopia sosial, tetapi kemudian menyelesaikan konflik tersebut melalui sebuah utopia moral.

Terlepas dari keberatan saya terhadap ideologinya, sulit untuk menyangkal pencapaian sinematik film ini. Hampir satu abad telah berlalu, tetapi ambisi artistik, bahasa visual, dan kritik sosialnya masih mampu mengundang refleksi.

Ini bukan film bisu pertama yang saya tonton. Namun, untuk pertama kalinya, saya benar-benar merasa begitu terpukau oleh bagaimana sebuah film bisu mampu membangun dunia, menyampaikan gagasan, dan menggerakkan emosi tanpa bergantung pada percakapan verbal.

Metropolis mengingatkan saya bahwa kemajuan peradaban tidak selalu berarti kemajuan kemanusiaan. Sebuah masyarakat mungkin berhasil membangun kota yang megah, menciptakan teknologi yang luar biasa, dan mencapai produktivitas yang tinggi. Namun, semua itu kehilangan maknanya ketika manusia yang menopang peradaban tersebut justru menjadi korban dari sistem yang dibangunnya sendiri.

Sebuah pencapaian monumental dalam sejarah sinema.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4