Bagi saya, Come and See bukan sekadar film tentang perang. Ini adalah pengingat bahwa manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk menciptakan peradaban, tetapi juga memiliki kemampuan yang sama mengerikannya untuk menghancurkan sesamanya.
Dan mungkin bagian paling mengerikan dari semuanya adalah kenyataan bahwa Flyora hanyalah seorang anak kecil yang ingin menemukan senjata. Ia tidak pernah meminta untuk menjadi saksi atas kegilaan dunia.
Come and See (1985) adalah sebuah pencapaian sinema yang luar biasa. Sebuah film yang tidak hanya memperlihatkan bagaimana perang membunuh manusia, tetapi juga bagaimana perang menghancurkan kemanusiaan yang tersisa di dalam diri mereka.
Tag artikel:
Film
Come and See
Kritik Film
Semiotika Film
Perang Dunia II
Mise-en-scne
Psikologi Manusia
Renoism