
Pembelajaran dimulai melalui kelas Iqra bersama Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu. Warga binaan mengikuti proses belajar membaca Al-Qur'an secara bersama-sama. Bagi peserta, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an selama menjalani masa pembinaan.
Setelah kelas Iqra selesai, kegiatan berlanjut dengan Muzakarah Iman bersama Jamaah Tabligh Pasangkayu. Warga binaan duduk bersama mengikuti pembahasan dan penguatan nilai-nilai keimanan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan keagamaan di Rutan Pasangkayu tidak hanya berlangsung dalam satu bentuk. Ada pembelajaran membaca Al-Qur'an, ada kegiatan untuk memperkuat pemahaman keagamaan, dan ada pihak-pihak yang turut mendukung pelaksanaannya.
Bagi warga binaan, kegiatan yang berlangsung setiap pekan ini menjadi bagian dari keseharian selama menjalani masa pembinaan. Mereka memiliki kesempatan untuk belajar, menyimak, dan mengikuti kegiatan keagamaan bersama pendamping dari luar Rutan.
Pembinaan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan. Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu terlibat dalam pembelajaran Iqra, sementara Jamaah Tabligh Pasangkayu turut mendukung kegiatan Muzakarah Iman.
Yang berlangsung di dalam Rutan sebenarnya sederhana: membaca, menyimak, dan belajar bersama. Namun, ketika dilakukan secara rutin, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang mengisi keseharian warga binaan dengan aktivitas yang tetap memberi kesempatan untuk belajar.
Dari Iqra ke Muzakarah, satu kegiatan selesai lalu berlanjut ke kegiatan berikutnya. Pembinaan keagamaan terus berjalan di Rutan Pasangkayu---pekan demi pekan, sebagai bagian dari perjalanan warga binaan selama menjalani proses pembinaan.