Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.
Ada Anak Medan di Kabupaten Penajam Paser Utara: Gelar Karya P5



Kalau kita mencari di Youtube, banyak lagu berjudul Anak Medan yang dinyanyikan. Berikut salah satu penelusuran yang berhasil saya temukan.
Kita dapat membandingkan antara lagu yang dinyanyikan oleh dua siswa SMP 5 PPU dengan penyanyi dalam Youtube tersebut. Tidak jauh berbeda, bukan?
Itu berarti anak-anak sekolah dewasa ini sudah banyak yang memiliki bakat, kemampuan pada bidang seni yang disukainya. Sebagian siswa gemar menari. Sebagian lain suka melukis atau menggambar. Kelompok lain ada yang gemar seni peran atau bermain drama.
Bakat-bakat yang dimiliki siswa perlu menjadi perhatian para orang tua. Sebagai orang tua yang bijak tentu akan mengarahkan, memberikan bimbingan, dan motivasi agar sang anak mengembangkan bakat dan minat yang ada pada dirinya.
Pengetahuan umum yang dipelajari di sekolah tidak akan banyak berpengaruh dalam kehidupan akan datang. Keterampilan atau kecakapan khusus harus digali dari setiap anak agar dapat diarahkan pada jalur yang lebih baik.
Seorang anak yang diberi motivasi untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya tentu akan lebih bersemangat dalam beraktivitas. Pada umumnya, pelajaran yang lain akan ikut ditekuni karena ia tidak ingin tertinggal dengan teman yang lain.
Pihak sekolah harus jeli mengamati setiap peserta didik di sekolahnya. Setiap anak tentu memiliki kelebihan pada bidang tertentu. Jika ada yang hobi berolah raga, segera diberi fasilitas dan pelatihan sesuai bidang yang diminati.
Demikian pula untuk bidang seni. Siswa yang hobi menulis seperti membuat puisi, cerita pendek, atau naskah drama, segera diberi ruang atau kesempatan untuk mengembangkan dirinya.
Dengan cara seperti itu, setiap anak akan cepat meningkat kompetensi yang ada pada dirinya. Mereka tidak lagi bergantung pada ijazah untuk mencari pekerjaan di kemudian hari.
Dengan kompetensi yang dmiliki, mereka bisa mandiri, bekerja dengan cara sendiri, tidak bergantung pada instansi atau perusahaan tertentu. Apalagi setiap tahun selalu ada informasi pengangguran yang meningkat, padahal mereka mempunyai ijazah sarjana!
Semoga anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah mulai menyadari bahwa ijazah tidak akan banyak manfaatnya jika tidak ditambah dengan kompetensi khusus pada bidang seni, olah raga, komputer, dan kompetensi lain yang dapat dikembangkan secara mandiri.***
Penajam Paser Utara, 27 Mei 2024