Traveling kami kami kali ini sangat Bahagia sekali, karena bisa berkumpul dengan kawan-kawan dari Kalimantan Timur yang ingin menikmati Sulawesi Selatan, kali ini kami ke sebuah tempat bersejarah, Namanya Balla Lompoa, beruntung kami kesini di terima dengan keturunan dari kerajaan ini dan mencoba pakaian khas disini.
Dibangun pada tahun 1936, Istana Sultan Gowa, yang sebelumnya juga dikenal sebagai Istana Sungguminasa, adalah struktur kayu besar yang dibangun di atas tiang dan memiliki tangga beratap yang mengesankan yang mengarah ke ruang penerimaan. Istana ini memiliki lima panel kayu di atapnya, yang menandakan kebesaran kerajaan dan hanya boleh digunakan oleh Sultan.
Kesultanan Gowa di Sulawesi Selatan bangkit berkuasa dan mencapai puncak kejayaannya pada beberapa dekade pertama abad ke-17 yang menguasai daerah yang sekarang dikenal sebagai Makassar. Kesultanan ini kemudian dikalahkan oleh Belanda, dan Sultan hanya diberikan wilayah atas daerah Sungguminasa.

Museum Ballalompoa saat ini menyimpan harta karun dan perhiasan megah dari mantan Sultan Gowa, di antaranya mahkota emas Gowa, gelang dengan batu mulia, pedang kerajaan, keris, dan perhiasan emas.
Setiap tahun diadakan upacara khusus yang disebut "Acera Kalomponag" untuk membersihkan dan menimbang mahkota emas, yang diyakini telah diwariskan dari penguasa wanita pertama Gowa, yang disebut I Tanisamanga. Menurut kepercayaan, mahkota tersebut tidak pernah memiliki berat yang sama setiap tahunnya saat ditimbang. Ketika beratnya bertambah, itu merupakan pertanda baik bahwa segala sesuatunya akan berjalan dengan baik di wilayah tersebut.
Kesultanan Gowa-Tallo, yang terletak di Sulawesi Selatan, memiliki sejarah panjang dan kompleks yang mencerminkan dinamika politik dan budaya di wilayah tersebut.

Asal Usul dan Pembentukan Kesultanan Gowa-Tallo
Pada awalnya, terdapat sembilan komunitas atau negeri kecil di wilayah Gowa yang dikenal sebagai Bate Salapang, yaitu: