Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Penulis

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

Video

Suasana Malam Hari Jalan Malioboro Yogyakarta (30/8/25)

1 September 2025   17:38 Diperbarui: 1 September 2025   17:38 277 7 5

Kesabaran dan kehati-hatian sangat dibutuhkan dalam situasi seperti itu. Posisi badan perlu dimiringkan agar dapat melewati sisa jalan yang menyempit. Kita tidak dapat menunggu orang lain lewat lebih dahulu. Perlu ada usaha memanfaatkan jalan sempit dengan memiringkan badan.

Kalau dalam keadaan terburu-buru, janganlah sekali-kali melewati jalan seperti itu. Apalagi saat perut dalam keadaan kosong, tentu emosi akan naik.

Saya merasa beruntung karena sudah menikmati nasi goreng dan minum teh hangat di warung dekat hotel. Dalam keadaan perut kenyang dan kondisi fisik sehat, jalur jalan yang sempit tidak menjadi masalah.

Pengunjung Padat, Saya Kira Sedang Berdemo

Pada saat tiba di jalan utama Malioboro, saya merasa kaget. Pengunjung begitu banyak. Saya pikir sedang ada demo mengingat tidak jauh dari sana ada gedung DPRD Yogyakarta. 

Namun, saya merasa lega saat melihat pengunjung adalah masyarakat biasa yang tampak sedang berwisata. Ada pasangan suami istri, ada muda-mudi, dan ada rombongan keluarga kecil, rombongan organisasi, dan banyak ragam pengunjung pada malam hari itu.

Saya tidak dapat berjalan dengan tergesa-gesa karena banyaknya orang yang berjalan dalam dua arah berkebalikan. Saat satu sisi penuh orang saya berusaha mencari sisi lain yang agak sepi pengunjung.

Bangku-bangku di sepanjang jalan rata-rata sudah diduduki pengunjung. Ada yang duduk sambil memegang ponsel. Ada yang duduk bercakap-cakap dengan kawan di sebelahnya.

Suara dari dalam toko di sepanjang jalan itu terdengar bersahut-sahutan. Para pramuniaga meneriakkan jenis barang dagangannya yang diklaim cukup murah. Promosi secara verbal memang diperlukan di tengah hiruk-pikuk pengunjung yang hanya lewat dan berlalu di depan toko suvenir dan oleh-oleh.

Lampu berwarna-warni dari dalam toko dipasang dengan harapan dapat menarik para wisatawan yang lalu-lalang. Penataan barang dagangan dibuat semenarik mungkin sehingga dapat mengundang wisatawan untuk singgah.

Banyaknya toko berjajar di pinggir jalan tesebut menimbulkan persaingan untuk menarik minat pembeli yang mayoritas merupakan wisatawan dari luar daerah Yogyakarta. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4