Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Penulis

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

Video

Gerimis Akhir Tahun 2025

31 Desember 2025   22:32 Diperbarui: 31 Desember 2025   21:53 41 2 0

Gerimis Akhir Tahun 2025


Setiap 365 hari ada perubahan atau pergantian angka tahun. Waktu selama tiga ratus enam puluh lima hari terasa begitu cepat. Rasanya baru kemarin merayakan tahun baru 2025. Eh, sekarang sudah tahun 2026.

Sebelum gerimis turun (dokpri)
Sebelum gerimis turun (dokpri)

Begitulah perasaan manusia. Waktu berlalu begitu cepat. Aktivitas berjalan rutin tiada terasa. Mereka yang bekerja begitu fokus, tertib, dan disiplin tentu sangat menantikan waktu libur.

Libur adalah jeda aktivitas. Dengan menikmati libur di akhir tahun tentu ada dua rasa yang menyenangkan. Rasa pertama, dapat sedikit menyandarkan kelelahan setelah sekian ratus hari bekerja dengan penuh dedikasi. Rasa kedua, libur di akhir tahun penuh warna-warni kemeriahan. Hal itu berbeda dengan waktu libur saat hari besar keagamaan atau libur nasional.

Tahun Baru Hanyalah Berganti Angka

Sebagian orang merayakan pergantian tahun dengan rencana yang matang. Ada yang jauh hari sudah booking hotel dari agen biro perjalanan. Objek wisata pun sudah dipilih yang benar-benar diinginkan. Tentu saja melewati seleksi yang ketat, sesuai viralitas objek tersebut.

Sebuah objek wisata yang baru dan sangat viral akan lebih diminati daripada objek wisata yang sudah lazim atau sering dikunjungi pada acara libur waktu sebelumnya.

Ada yang memiliki dana untuk merayakan pergantian tahun pada tempat tertentu dengan semangat menggebu. Pada sebagian orang ada yang mempunyai kebiasaan berbeda.

Sebagian orang ada yang lebih menyukai kontemplasi. Mereka tidak pergi ke mana-mana. Pada malam pergantian tahun cukup berdiam diri di rumah sambil merenungkan perjalanan hidup selama satu tahun terakhir.

Hal-hal apa yang sudah diraih dan mimpi apa yang masih belum tercapai. Golongan seperti ini biasanya rajin membuat rencana-rencana untuk diimplementasikan mulai Januari 2026.

Pribadi-pribadi yang lebih suka meningkatkan potensi diri akan lebih suka tenggelam dalam belajar melalui bacaan buku yang bermanfaat. Kelompok ini tidak pergi ke mana-mana. Mereka cukup duduk manis membaca buku sambil menikmati makanan dan minuman istimewa.

Pengetahuan, bagi mereka,  harus ditimba sebanyak-banyaknya untuk peningkatan kualitas diri. Dengan membaca buku, mereka berharap "otak"-nya semakin berisi dan sikap di masa akan datang lebih bijak dan pemikirannya, ide-idenya dibutuhkan banyak pihak.

Pergantian tahun hanyalah perubahan angka. Hal itu tidak jauh berbeda dengan 365 tahun sebelumnya. Selalu berulang dan berulang lagi pada masa-masa akan datang.

Tidak Harus Keluar Kota

Untuk merayakan pergantian tahun, kita tidak harus keluar kota. Kita tidak wajib mengikuti tren yang sering diunggah (baca: dipamerkan) orang tertentu di media sosial.

Pergantian tahun tidak harus meniup terompet. Tengah malam tidak wajib menikmati jagung bakar.  

Mereka yang mampu merayakan pergantian tahun dengan pergi keluar kota, tentu ada program lain yang spesial. Mungkin ingin berkumpul dengan kawan lama. Mungkin ingin memberikan hadiah liburan kepada anggota keluarga. Bisa pula memang ada biaya yang sudah disisihkan untuk acara pergantian tahun.

Tidak semua orang menyisihkan anggaran untuk merayakan pergantian tahun. Kita perlu berempati dengan saudara-saudara kita di wilayah lain yang sedang terkena musibah banjir, tanah longsor, kebakaran, atau musibah yang lain.

Kalau Semua Keluar Kota, Siapa yang di Rumah?

Memang tidak harus semua pergi merayakan pergantian tahun. Keamanan di rumah perlu diperhatikan. Rumah harus tetap ada orangnya. Tidak boleh dibiarkan kosong.

Pada saat masyarakat berbondong-bondong ke tempat keramaian pada akhir tahun, yaitu pada malam hari tanggal tiga puluh satu Desember, rumah tidak boleh kosong. Perlu ada orang di rumah tersebut.

Hal itu untuk menjaga berbagai kemungkinan. Siapa tahu, ada kelupaan mematikan kompor. Siapa tahu ada kelupaan mematikan kran air. Hal yang lebih tidak diinginkan, siapa tahu ada tamu tak diundang.

Pencuri selalu mencari peluang dengan mengintai rumah yang kosong. Jika pintu dan jendela kurang rapat ditutup tentu akan membuka peluang pencuri untuk dapat masuk ke rumah dengan lebih mudah.

Untuk itu, meskipun hanya satu atau dua orang, perlu ada yang tinggal atau berjaga-jaga di rumah. Pencuri akan berpikir ulang untuk memasuki rumah yang di dalamnya ada orangnya.

Keramaian di jalan kota, alun-alun, gedung, pantai, atau tempat hiburan tidak dapat terelakkan pada malam pergantian tahun.

Meskipun pemerintah provinsi DKI membuat kebijakan dengan tidak akan menyalakan kembang api, masyarakat yang sudah terbiasa berhura-hura, ada kemungkinan besar tetap akan melakukan kebiasaannya tersebut.  

Kondisi di Perumahan Kami

Setiap pergantian tahun tidak ada hal yang Istimewa di perumahan kami. Kalau ada perayaan, biasanya hanya berupa kelompok-kelompok kecil. Sebuah rumah mengadakan acara makan-makan dengan mengumpulkan keluarga trah. Itu pun hanya beberapa rumah saja.

Sebagian warga ada yang pergi ke Kota Balikpapan atau pergi ke objek wisata terdekat. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tidak "terdengar" mengadakan kegiatan dalam rangka pergantian  tahun.

Tahun ini memang suasana prihatin sedang melanda Indonesia dan dunia. Bencana alam terjadi di mana-mana. Ada banjir, tanah longsor, dan musibah yang lain.

Tidak Bakar Jagung, Cukup Bakar Sampah

Bukan acara khusus. Bukan dalam rangka pergantian tahun. Pada malam hari tanggal 31 Desember 2025 saya membakar sampah. Hal itu sudah sering saya lakukan pada malam-malam sebelumnya.

Istri saya membeli jagung siap direbus. Namun, bukan malam ini. Jagung yang dibeli masih disimpan. Tadi pagi istri saya meminta pertimbangan apakah perlu merebus jagung. Saya jawab, nanti saja.

Pagi tadi kami baru menikmati kudapan lemper beras ketan dan onde-onde isi kacang hijau. Perut sudah cukup kenyang. Belum siap menikmati camilan lagi.

Gerimis turun setelah saya membakar sampah. Suara air turun dari langit tidak stabil. Terkadang gerimis agak deras. Kemudian berhenti. Datang lagi gerimis hingga pukul 22.46 Wita.

Detik-detik pergantian tahun semakin dekat. Saya dan istri tercinta cukup di rumah saja. Saya asyik mengetik dan Ibu Negara asyik dengan gawai di tangan.

Gerimis kian intens. Suara gerimis sudah stabil. Tidak mereda dan tidak bertambah deras. Pergantian tahun semakin dekat. Saya masih asyik mengetik.

Tidak ada kopi hangat. Tidak ada camilan istimewa. Kami tidak biasa merayakan pergantian tahun. Waktu bergulir seperti biasa. 

Penajam Paser Utara, 31 Desember 2025

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4