Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Penulis

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

Video

Sambutan Kepala Sekolah sebelum IHT Persiapan Akreditasi Sekolah

23 Januari 2026   18:47 Diperbarui: 23 Januari 2026   18:47 90 2 3

Sambutan Kepala Sekolah sebelum IHT Persiapan Akreditasi Sekolah


Mulai hari Jumat (23/1/2026) diselenggarakan kegiatan In House Training (IHT) di SD 014 Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. 

Kepala SD 014 Sepaku memberikan sambutan sebelum IHT dimulai (dokpri)
Kepala SD 014 Sepaku memberikan sambutan sebelum IHT dimulai (dokpri)

Pak Sugeng Mardisantoso menjadi narasumber dalam IHT tersebut. Saya, Suprihadi teman Pak Sugeng Mardisantoso, sesama pensiunan Pengawas Sekolah pada Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (disdikpora) PPU.

Saya diminta Pak Sugeng Mardisantoso untuk menemani kegiatan di wilayah IKN (Ibu Kota Negara Nusantara) tersebut. Hal itu disampaikan sejak hari Rabu (21/1/2026) melalui pesan WhatsApp. Saya langsung menjawab singkat, "Siap".

Sebagai pensiunan, saya tidak banyak kegiatan yang mendesak. Diajak untuk melakukan kegiatan ke sekolah tentu sangat menyenangkan. Kami akan berjumpa dengan kepala sekolah dan para guru yang tentu sangat antusias dalam mempersiapkan akreditasi sekolahnya.

Hari Kamis menjelang senja (22/1/2026) Pak Sugeng Mardisantoso mengingatkan jadwal kegiatan itu. Langsung dsampaikan lewat pesan WhatsApp. Sebelum pukul 07.00 Wita, saya diminta sudah ke rumah Pak Sugeng Mardisantoso.

Sebagai titik kumpul tentu perlu ditentukan waktu untuk persiapan berangkat. Dengan senang hati saya menanggapi pesan tersebut.

Pagi hari Jumat (23/1/2026) sebelum pukul setengah tujuh pagi saya sudah meninggalkan rumah. Jarak dari rumah saya ke rumah Pak Sugeng Mardisantoso sekitar delapan kilometer. Perlu waktu sekitar dua puluh menit untuk menuju ke sana.

Mobil Pak Sugeng Mardisantoso sudah siap depan rumahnya (dokpri)
Mobil Pak Sugeng Mardisantoso sudah siap depan rumahnya (dokpri)

Mobil Pak Sugeng Mardisantoso sudah terparkir di luar pagar rumahnya. Saya segera diminta untuk menyimpan sepeda motor yang saya kendarai ke teras rumah Pak Sugeng Mardisantoso.

Berswafoto dalam perjalanan (dokpri)
Berswafoto dalam perjalanan (dokpri)

Kami segera berangkat menuju lokasi kegiatan IHT di SD 014 Sepaku. Dalam perjalanan, saya sempat mengajak berswafoto sebagai bentuk dokumentasi pribadi.

Baru beberapa saat perjalanan, Pak Sugeng Mardisantoso mengatakan  bahwa kepsek SD 014 Sepaku menunggu di halamana masjid di Desa Giripurwa. Lokasi masjid memang sering dijadikan titik kumpul para pengawas dan kepala sekolah yang akan menuju IKN atau Kecamatan Sepaku. 

Berswafoto di depan masjid Nurul Hikmah Desa Giripurwa (dokpri)
Berswafoto di depan masjid Nurul Hikmah Desa Giripurwa (dokpri)

Saat kami tiba di halaman masjid, kepsek SD 014 Sepaku minta izin untuk ke toilet. Saat itulah saya berkesempatan untuk berswafoto dengan latar nama masjid di Desa Giripurwa tersebut.

Mobil Pak Hadi Nuryanto (dokpri)
Mobil Pak Hadi Nuryanto (dokpri)

Mobil Pak Hadi Nuryanto, kepsek SD 014 Sepaku yang digunakan untuk sarana transportasi menuju sekolah di wilayah Ibu Kota Negara tersebut. Sementara itu, mobil Pak Sugeng Mardisantoso diparkir di halaman masjid itu.

Sebagai driver, Pak Hadi Nuryanto mempercayakan kepada Pak Sugeng Mardisantoso. Perjalanan panjang pun dimulai. Jalanan masih cukup padat karena anak-anak sekolah masih ada yang sedang dalam perjalanan menuju sekolah masing-masing.

Sambil menikmati perjalanan, kami mengobrol banyak hal. Permasalahan mutasi pejabat struktural di Kabupaten Penajam Paser Utara sempat disinggung pula. Demikian pula mutasi kepala sekolah. Pelaksanaan diundur-undur terus!

Berjalan menuju ruang IHT (dokpri)
Berjalan menuju ruang IHT (dokpri)

Tiba di lokasi kegiatan, kami langsung menuju ruang pertemuan. Jalanan dari tempat parkir mobil menuju ruang kelas yang digunakan untuk IHT agak menanjak. 

Sebelum menuju ruang tersebut, saya sempat singgah di toilet ruang kepala sekolah. Bersih-bersih dulu sebelum duduk manis di ruang IHT.

Beberapa guru sudah siap berada di ruang kelas tempat IHT. Sebagian masih menyiapkan laptop dan ada yang sibuk menenangkan bayi dalam gendongan.

Kami harus memaklumi hal tesebut. Guru wanita yang masih muda, belum lama menikah, sangat wajar dalam usia produktif menggendong bayinya ke sekolah.

Tampilan nama kegiatan di SD 014 Sepaku, PPU, Kaltim (dokpri)
Tampilan nama kegiatan di SD 014 Sepaku, PPU, Kaltim (dokpri)

Dalam layar terpampang nama kegiatan hari itu. Tanda-tanda kegiatan sudah akan dimulai. Pak Hadi Nuryanto selaku kepala sekolah membuka acara, memimpin doa, sekaligus memberikan sambutan sebelum IHT dimulai. Benar-benar praktis. Hemat waktu. Hemat personil!.

Pak Sugeng Mardisantoso siap melakukan presentasi (dokpri)
Pak Sugeng Mardisantoso siap melakukan presentasi (dokpri)

Setelah kepsek SD 014 Sepaku memberikan sambutan, Pak Sugeng Mardisantoso dipersilakan untuk menyampaikan materi yang sudah dipersiapkan. Istilah kerennya, melakukan presentasi dalam IHT tersebut.

Saya membantu untuk memindahkan tayangan dari satu bagian ke bagian berikutnya. Istilah kerennya sebagai operator komputer. Beruntung saya pernah dalam posisi seperti Pak Sugeng Mardisatoso sehingga tidak kesulitan dalam mengoperasikan komputer. Tayangan mana yang diinginkan dapat segera saya eksekusi tanpa menunggu lama.

Makan sebelum Pulang

Penyampaian materi tidak membutuhkan waktu yang bertele-tele. Para guru sudah paham atas tugas yang harus dikerjakan. Tanya jawab sudah berlangsung dengan cukup komunikatif.

Kue dalam kotak sudah habis saya nikmati sambil mengoperasikan komputer. Begitu penampilan Pak Sugeng Mardisantoso berakhir, nasi dalam kotak sudah dibagikan.

Makan dengan lauk ikan nila goreng (dokpri)
Makan dengan lauk ikan nila goreng (dokpri)

Kami pun segera menikmati hidangan yang cukup menggairahkan tersebut. Ada ikan nila goreng, tempe goreng, sayur sop, sayur terong goreng, dan tentu saja sambal yang dapat menggoyang lidah.

Saya melihat tanda waktu di ponsel, saat itu menunjukkan pukul 11.00 Wita. Kami tidak dapat berlama-lama untuk berada di ruang pertemuan tersebut. Ada kewajiban hari Jumat siang yang harus kami tunaikan.

Dalam perjalanan pulang kami mencari masjid yang cukup nyaman tempat parkirnya dan waktu sudah mendekati masuk zuhur. Beberapoa masjid kami lewati karena tempat paerkir yang sempit dan waktu zuhur masuh agak lama.

Mendekati sebuah masjid yang memiliki tempat parkir nyaman, kami berhenti. Pak Sugeng Mardisantoso mencari lokasi parkir yang nyaman.

Di bawah terik matahari mencoba berswafoto (dokpri)
Di bawah terik matahari mencoba berswafoto (dokpri)

Sementara itu, saya memanfaayklan waktu untuk berswafoto di depan papan nama masjid tersebut. Terik matahari agak menyilaukan. 

Kami tidak terburu-buru untuk masuk ke dalam masjid. Azan belum berkumandang. Jamaah masih banyak yang baru datang. Perlahan kami berjalan menuju tempat berwudu. pak Sugeng Mardisantoso sempat ke toilet.

Demikianlah sedikit cerita aktivitas saya dan Pak Sugeng Mardisantoso pada hari Jumat (23/1/2026). Kegiatan dua pensiunan yang masih "laku" untuk hadir di sebuah sekolah yang akan mempersiapkan diri menghadapi akreditasi sekolah.

Semog apada masa-masa yang akan datang masih dapat menjalani aktivitas yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Dari lembaga atau instansi manapun jika ada yang memerlukan  kedatangan kami, tentu akan kami sambut dengan senang hati. *

Penajam Paser Utara, 23 Januari 2026

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4