Lupin TheThird
Lupin TheThird Seniman

A Masterless Samurai -- The origin of Amakusa Shiro (https://www.kompasiana.com/dancingsushi)

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Menikmati "Sakura Rumput" di Fuji Shibazakura Festival 2019

20 Mei 2019   13:58 Diperbarui: 20 Mei 2019   15:16 234 6 3

Musim sakura memang sudah berakhir pada bulan Mei. Walaupun, dari ratusan jenis sakura, masih ada beberapa yang bisa kita lihat. Namun, pada bulan Mei ini, ada bunga "sakura" lain yang bisa kita nikmati keindahannya. Nama bunga itu adalah "shibazakura" (atau shibasakura).

Shiba, dalam Bahasa Jepang adalah untuk menyebut tumbuhan yang menjalar di tanah dan berdaun dengan bentuk seperti pedang (misalnya rumput). Tanaman shibazakura memang pendek seperti rumput. Shibazakura yang mempunyai nama Phlox subulata ini, rata-rata hanya mempunyai tinggi sekitar 10 sentimeter. 

Kelopak bunganya mirip dengan sakura. Ditambah warnanya juga mirip, sehingga nama shibazakura (gabungan dari shiba dan sakura) memang cocok untuk diberikan pada bunga ini.

Sebenarnya spesies shibazakura asalnya adalah dari Amerika Tengah dan Timur. Disana lebih populer dengan sebutan Moss Phlox atau Moss Pink. Meskipun, warna bunga shibazakura tidak melulu pink, namun ada juga yang mempunyai warna merah, biru, ungu, maupun putih.

Di akhir liburan Golden Week tanggal 6 Mei yang lalu, saya mempunyai kesempatan untuk melihat shibazakura di kaki Gunung Fuji, tepatnya di daerah Kawaguchi-ko yang masuk dalam Prefektur Yamanashi. Saat itu, daerah ini masih berhawa dingin, karena berada dekat dengan Gunung Fuji. Sehingga saya masih bisa melihat beberapa kelopak terakhir bunga sakura jenis shidarezakura.

Kalau cuaca sedang cerah, maka kita bisa menyaksikan "kolaborasi" antara Gunung Fuji dengan warna merah dan pink bunga shibazakura. Seperti foto dibawah ini yang saya ambil beberapa tahun yang lalu, ketika saya pergi ke sini bersama dengan rekan kerja. Sayangnya, kali ini Fujisan sedang malu sehingga bersembunyi dibalik awan yang cukup tebal. Hujan rintik juga sesekali turun.

Kolaborasi Gunung Fuji dengan Shibazakura (dokpri)
Kolaborasi Gunung Fuji dengan Shibazakura (dokpri)
Ada tiga cara untuk sampai ke lokasi, yaitu menggunakan transportasi umum seperti bus dan kereta api, juga bisa menggunakan kendaraan pribadi. Jika menggunakan kereta api, maka kita harus ke stasiun terdekat yaitu Kawaguchiko. Dari sini, kita harus naik bus lagi untuk sampai di lokasi.

Dengan alasan kepraktisan, saya memilih menggunakan bus untuk sampai di lokasi. Ada banyak agen perjalanan yang menyediakan jasa tur ke Fuji Shibazakura. Tarifnya bermacam-macam, tergantung jumlah tempat tujuan. Karena ada beberapa tempat lain lagi yang bisa dikunjungi di sekitar lokasi. Saya memilih agen yang hanya menyediakan tur ke Shibazakura. 

Pemandangan di Lokasi Shibazakura (dokpri)
Pemandangan di Lokasi Shibazakura (dokpri)
Pertama kali saya mencari di Web, saya tidak mendapatkan tur yang saya inginkan (maklum saya mencarinya 2 hari sebelum keberangkatan, dan saat itu adalah masa liburan Golden Week). Namun, pada akhir pencarian, saya menemukan seat yang kosong (mungkin ada yang cancel) sehingga saya bisa berangkat. Harga yang harus saya bayar adalah sebesar 5800 yen (sudah termasuk harga tanda masuk sebesar 600 yen).

Perjalanan dari Shinjuku sampai ke lokasi membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Dalam perjalanan, setelah keluar dari jalan tol, kita bisa menyaksikan pemandangan alam khas sekitar gunung. Kita juga bisa melihat Fuji Jukai, yaitu area hutan di sekitar Gunung Fuji yang terkenal karena banyak orang yang bunuh diri disana. 

Saya jamin, rasa penat karena duduk selama dua jam di perjalanan akan hilang ketika anda sudah masuk ke lokasi shibazakura. Hamparan "sakura rumput" berwarna pink, merah dan putih sangat mempesona, yang bisa membuat lupa bahwa anda sedang berada di dunia yang fana ini. 

Ada tiruan Gunung Fuji kecil di lokasi (dokpri)
Ada tiruan Gunung Fuji kecil di lokasi (dokpri)

Area yang ditumbuhi shibazakura disini merupakan yang terluas di daerah Kanto. Sehingga walaupun banyak orang yang berkunjung kesana, anda masih bisa dengan leluasa menikmati hamparan shibazakura yang memanjakan mata.

Anda juga bisa menikmati makanan khas yang banyak dijual, mulai dari Sakura Udon, Fujimiya Yakisoba, Shibazakura Ramen, Jamur Bakar Keju, bahkan es krim dan berbagai macam kue kecil seperti Fujiyama Taiyaki dan Dango. Vending minuman (baik yang dingin maupun hangat) juga tersedia di lokasi, sehingga anda tidak perlu khawatir. Disarankan agar membawa jaket, karena suhu udara masih terasa dingin (terutama bagi saya, orang Indonesia).

 Untuk lebih jelasnya, sila melihat video langsung. 

Dengan catatan, mohon dimaklumi kalau belum bisa merekam dengan bagus karena amatir. Saya juga baru belajar menggunakan video editor beberapa hari ini. Mudah-mudahan bisa dinikmati.

Kalau anda berminat mengunjungi lokasi, sila melihat panduan di link yang berbahasa Jepang maupun Inggris.

Suasana mendung menambah kontras pemandangan (dokpri)
Suasana mendung menambah kontras pemandangan (dokpri)