Widodo Antonius
Widodo Antonius Guru

Hobi membaca menulis dan bermain musik

Selanjutnya

Tutup

Video

Belajar Kesabaran dan Ketekunan

2 Februari 2026   06:12 Diperbarui: 25 Januari 2026   11:17 112 11 2


Suasana permainan anak-anak.  Sumber Dokumentasi Pribadi. 
Suasana permainan anak-anak.  Sumber Dokumentasi Pribadi. 

Belajar Kesabaran dan Ketekunan Lewat Permainan Anak

Refleksi dari Video Kegiatan Retret SD Tarsisius Vireta

Oleh: Widodo, S.Pd

Pendahuluan

Di tengah dunia yang serba cepat dan instan, anak-anak perlu ruang untuk belajar menunggu, berproses, dan tidak mudah menyerah. Nilai kesabaran dan ketekunan tidak selalu efektif diajarkan lewat nasihat panjang, tetapi justru tumbuh kuat melalui pengalaman langsung. Salah satunya melalui permainan yang dirancang dengan tujuan pendidikan karakter.

Latar Belakang Kegiatan

Permainan anak-anak yang mengajarkan nilai kesabaran dan ketekunan kami adakan dalam rangka kegiatan retret SD Tarsisius Vireta tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Retret Pratista, Bandung, sebuah tempat yang mendukung suasana reflektif, tenang, dan penuh kebersamaan.

Dalam suasana retret yang jauh dari hiruk-pikuk rutinitas sekolah, anak-anak diajak bermain sambil belajar, tertawa sambil bertumbuh, dan mengalami nilai-nilai kehidupan secara nyata.

Permainan sebagai Media Pendidikan Karakter

Permainan yang dilakukan tidak semata-mata untuk hiburan. Setiap aturan, tantangan, dan proses di dalamnya mengandung pesan tersirat:

* Kesabaran, saat anak harus menunggu giliran, mengikuti aturan, dan mengendalikan emosi ketika belum berhasil.

* Ketekunan, ketika anak diminta menyelesaikan tugas permainan hingga akhir meskipun terasa sulit, melelahkan, atau membutuhkan kerja sama.

Dalam video pendek yang saya abadikan sebagai dokumentasi, terlihat jelas bagaimana ekspresi anak-anak berubah: dari ragu, ingin cepat selesai, hingga akhirnya bangga ketika berhasil melalui proses tersebut.

Refleksi Nilai Kehidupan

Dari permainan sederhana, anak-anak belajar bahwa keberhasilan tidak selalu instan. Ada proses, ada kegagalan kecil, dan ada usaha berulang. Inilah bekal penting dalam kehidupan mereka kelak---baik dalam belajar, bersosialisasi, maupun menghadapi tantangan hidup.

Bagi guru, momen ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter paling efektif lahir dari pengalaman nyata, bukan sekadar teori di kelas.

Penutup

Video dokumentasi ini menjadi saksi kecil bahwa permainan anak dapat menjadi sarana pendidikan nilai yang kuat. Melalui kesabaran dan ketekunan yang dilatih sejak dini, kita menanam benih karakter tangguh dalam diri anak-anak.

Semoga refleksi dan video singkat ini bermanfaat, menginspirasi, dan menguatkan kita semua---guru, orang tua, dan pendidik---untuk terus menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi generasi masa depan.

Semoga Bermanfaat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2