Widodo Antonius
Widodo Antonius Guru

Hobi membaca menulis dan bermain musik

Selanjutnya

Tutup

Video

Video: Papan Kreasi Murid

21 Juni 2026   06:00 Diperbarui: 21 Juni 2026   06:25 61 4 0


Salah satu gambar di PKM. Foto fokpri
Salah satu gambar di PKM. Foto fokpri

Video: Papan Kreasi Murid

Selalu ada yang baru di sekolah. Selalu ada yang berubah. Selalu ada karya yang membuat mata ingin berhenti sejenak untuk melihat. Salah satunya adalah PKM, Papan Kreasi Murid.

Papan Kreasi Murid bukan sekadar hiasan dinding. Bukan pula pajangan yang dipasang lalu dibiarkan berdebu. PKM selalu diperbarui, selalu segar, selalu menampilkan karya-karya terbaru dari anak-anak. Hari ini berisi puisi, minggu depan mungkin berisi cerita pendek, gambar, hasil pengamatan, atau rangkuman buku yang mereka baca.

Saya senang melihat perubahan itu. Saat berjalan menuju kelas atau melewati lorong sekolah, saya sering berhenti beberapa menit. Membaca tulisan anak-anak. Mengamati gambar yang mereka buat dengan penuh kesungguhan. Ada tulisan yang sederhana, ada yang lucu, ada yang membuat saya tersenyum, bahkan ada yang membuat saya berpikir.

Piala penghargaan murid kreatif. Foto dokpri. 
Piala penghargaan murid kreatif. Foto dokpri. 

PKM menjadi bagian dari gerakan literasi sekolah. Menjadi teman bagi pojok baca yang ada di kelas maupun di lingkungan sekolah. Anak-anak tidak hanya membaca buku, tetapi juga belajar menampilkan hasil karya dan gagasannya kepada orang lain.

Dalam budaya literasi, membaca dan menulis ibarat dua sisi mata uang. Membaca memberi ilmu, sedangkan menulis menjadi sarana untuk membagikan ilmu dan pengalaman. Melalui Papan Kreasi Murid, anak-anak belajar berani menunjukkan hasil karyanya kepada teman-teman dan guru.

Ketika ada karya yang dipajang, biasanya teman-teman lain ikut tertarik. Mereka membaca, memberi komentar, lalu termotivasi untuk membuat karya yang lebih baik. Tanpa disadari, PKM menjadi ruang belajar bersama yang sederhana namun bermakna.

Saya teringat sebuah video yang dibuat di SD Tarsisius Vireta, tempat saya bekerja. Dalam video tersebut terlihat papan kreasi yang terus diperbarui. Karya-karya murid berganti secara berkala. Suasana pojok baca terasa hidup. Buku-buku tersusun rapi. Hasil tulisan murid menghiasi dinding. Ada semangat belajar yang tumbuh dari hal-hal sederhana.

Bagi saya, inilah "Ngopi Literasi". Bukan hanya menikmati secangkir kopi sambil membaca buku, tetapi juga menikmati suasana sekolah yang kaya dengan karya anak-anak. Menyeruput kopi sambil membaca tulisan murid memberikan kebahagiaan tersendiri. Dari karya mereka, saya melihat imajinasi, harapan, dan proses belajar yang sedang bertumbuh.

Terima kasih kepada para guru yang dengan sabar mendampingi. Terima kasih kepada murid-murid SD Tarsisius Vireta  yang terus berkarya. Semoga Papan Kreasi Murid selalu hidup, selalu segar, dan selalu menjadi jendela kecil yang memperlihatkan betapa indahnya proses belajar.

Karena setiap karya yang dipajang bukan hanya tulisan atau gambar.

Di sana ada keberanian untuk mencoba, ada semangat untuk belajar, dan ada cerita tentang masa depan yang sedang tumbuh sedikit demi sedikit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2