Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Kisah Omjay kali ini tentang film Keluarga yang Tak Dirindukan. Sebuah film yang diputar di Netflix dan masih bersambung filmnya di Netflix.

Malam itu, Omjay duduk sendiri di ruang tamu. Lampu tidak terlalu terang. Hanya cahaya televisi yang sesekali memantul di wajahnya.
Di layar, serial Keluarga yang Tak Dirindukan mulai diputar. Awalnya Omjay mengira ini hanya drama keluarga biasa. Sebuah kisah tentang konflik rumah tangga, tentang ayah yang jatuh sakit, tentang anak-anak yang dipaksa dewasa sebelum waktunya.
Namun semakin episode berjalan, dada Omjay terasa sesak. Filmnya sangat menyentuh hati penonton. Tak terasa air mata ini jatuh ke pipi. Kisahnya sangat mengharukan sekali.
Serial itu bercerita tentang keluarga yang kehilangan arah setelah sang ayah tak lagi mampu menjadi penopang ekonomi. Anak-anaknya dipaksa memilih: melanjutkan mimpi atau mengubur cita-cita demi keluarga. Ada amarah, ada kecewa, ada cinta yang terpendam tapi tak terucap. Ada seorang anak angkat yang justru mengangkat derajat orangtua anaknya. Sementara kedua anak kandung malah mengusir orangtuanya.
Omjay terdiam. Omjay menyeka air mata.
Sebagai seorang guru, ayah, sekaligus kepala keluarga, Omjay merasa seperti sedang menonton potongan hidupnya sendiri.
Bukankah selama ini banyak keluarga Indonesia berada dalam situasi serupa? Ketika ayah tak lagi kuat bekerja. Ketika ibu menyimpan tangis di balik senyum. Ketika anak-anak menanggung beban yang seharusnya belum waktunya mereka pikul.
Omjay teringat masa-masa sulit ketika honor guru tak selalu cukup. Ketika tunjangan profesi terlambat cair. Ketika kebutuhan keluarga berjalan terus tanpa mau tahu kondisi rekening.
Omjay pernah berada di titik itu. Sebuah titik di mana seorang ayah merasa gagal karena tak mampu memberi lebih. Kisah orangtua yang ingin semua anaknya makan dan bahagia. Sebuah keluarga yang dirindukan semuanya.