Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Serunya Berburu Takjil di Labschool UNJ Rumah Keduaku

24 Februari 2026   05:01 Diperbarui: 24 Februari 2026   05:01 186 9 3

Omjay sering berkata kepada murid-muridnya, "Setiap gorengan yang kita beli, ada doa dan harapan yang menyertainya." Kalimat sederhana itu membuat anak-anak memahami bahwa uang yang mereka keluarkan bukan sekadar untuk mengisi perut, tetapi juga membantu roda kehidupan sesama.

Masjid Baitul Ilmi: Tempat Ilmu, Amal, dan Iman Bertemu

Setelah takjil terkumpul, langkah kaki Omjay biasanya menuju Masjid Baitul Ilmi di lingkungan sekolah. Di sana, para siswa sudah duduk rapi. Ada yang membaca Al-Qur'an, ada yang berdiskusi ringan, ada pula yang membantu menata makanan untuk dibagikan bersama. Pengurus masjid ikut mendampinginya.

Suasana menjelang berbuka selalu menggetarkan hati. Tidak ada perbedaan antara guru dan siswa. Semua duduk sejajar. Semua menanti satu suara yang sama: azan magrib.

Di momen inilah pendidikan menemukan bentuknya yang paling tulus. Kita semua menyatu dalam aliran nafas yang sama dan mengharapkan Ridha dari Allah SWT , sanga Penguasa langit dan bumi.

Bukan tentang angka rapor. Bukan tentang peringkat kelas. Tetapi tentang kebersamaan, kesabaran, dan rasa syukur. Kami sama-sama bersyukur masih diberikan nikmat hidup dan kesehatan serta mau berbagi rezeki.

Omjay sering memandang murid-muridnya dengan rasa haru. Di tengah dunia yang serba cepat dan digital, mereka masih mau duduk bersama, berbagi makanan, dan mendengarkan nasihat dengan hati terbuka. Ini adalah harapan. Ini adalah cahaya.

Detik-Detik yang Mengubah Cara Pandang

Saat azan berkumandang, tangan-tangan kecil terangkat berdoa. Ada yang memohon kelulusan, ada yang mendoakan orang tua, ada yang berharap menjadi pribadi yang lebih baik.

Seteguk air putih terasa begitu nikmat. Sebutir kurma terasa begitu manis. Mengapa? Karena setelah menahan diri seharian, kita belajar bahwa kenikmatan sejati lahir dari kesabaran.

kami biasanya mmebagikan takjil di sekitar sekolah/dokpri
kami biasanya mmebagikan takjil di sekitar sekolah/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5