Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Serunya Berburu Takjil di Labschool UNJ Rumah Keduaku

24 Februari 2026   05:01 Diperbarui: 24 Februari 2026   05:01 186 9 3

Ramadan mengingatkan kita untuk berhenti sejenak. Merenung. Menguatkan niat. Memperbaiki diri.

Jika seorang guru bisa menjadikan momen berburu takjil sebagai sarana menanamkan nilai, maka kita pun bisa menjadikan aktivitas sehari-hari sebagai ladang kebaikan.

Tidak perlu menunggu sempurna untuk berbuat baik. Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi. Tidak perlu menunggu terkenal untuk memberi inspirasi.

Mulailah dari hal kecil. Dari langkah sederhana. Dari niat yang tulus.

Menjadi Cahaya bagi Sekitar

Omjay selalu meyakini bahwa tugas guru bukan hanya mencerdaskan otak, tetapi juga menghidupkan hati. Dan itu tidak terjadi dalam satu malam. Ia tumbuh perlahan, melalui keteladanan yang konsisten.

Berburu takjil mungkin terlihat biasa. Namun jika dilakukan dengan kesadaran dan niat yang benar, ia bisa menjadi jalan menuju perubahan karakter.

Bayangkan jika setiap orang tua menjadikan momen berbuka sebagai ruang dialog hangat dengan anak-anaknya.
Bayangkan jika setiap guru memanfaatkan Ramadan untuk menanamkan nilai empati dan kepedulian.
Bayangkan jika setiap individu memilih untuk lebih banyak bersyukur daripada mengeluh.

Dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih indah.

Penutup: Ramadan adalah Sekolah Kehidupan

Pada akhirnya, Ramadan adalah sekolah kehidupan yang paling lengkap. Ia mengajarkan disiplin, kesabaran, empati, dan syukur dalam satu paket yang utuh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5