Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Sustainability Pilihan

Resolusi Ibadah 2026 Semoga Dapat Hadiah Umroh Bareng HabasyGo

27 Februari 2026   06:43 Diperbarui: 27 Februari 2026   18:54 363 13 5

omjay saat umroh 2017/dokpri
omjay saat umroh 2017/dokpri

Kisah Omjay kali ini tentang Resolusi Ibadah 2026. Omjay bermimpi Bisa Umroh Bareng HabasyGo, Amin! Semoga doa ini diijabah Allah SWT. Aamiin ya robbal alamin. Omjay menjadi teringat ketika mendapatkan hadiah laptop dari komunitas AISEI.


Ada doa yang dipanjatkan pelan-pelan dalam sujud panjang. Ada harapan yang disimpan rapat-rapat dalam hati. Lalu ada impian yang Allah kabulkan bukan karena kita merasa pantas, tetapi karena Allah Maha Baik. Sangat baik.

Bagi Omjay---Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd---umroh bukan sekadar perjalanan religi. Ia adalah perjalanan batin. Perjalanan seorang guru yang sepanjang hidupnya memilih jalan pengabdian: mengajar, menulis, berbagi, dan terus menyalakan semangat literasi di tengah tantangan zaman.

Omjay tak pernah mengejar hadiah umroh. Ia hanya menekuni panggilan jiwanya sebagai guru. Menulis setiap hari. Membagikan ilmu tanpa lelah. Menguatkan sesama pendidik agar tidak menyerah pada keadaan. Bahkan ketika tubuhnya pernah diuji sakit dan harus keluar masuk rumah sakit, semangatnya tak pernah benar-benar padam.


Dalam kondisi lemah sekalipun, Omjay tetap menulis. Dalam keadaan terbatas sekalipun, Omjay tetap berbagi. Hingga suatu hari, kabar itu datang. Namanya diumumkan sebagai penerima hadiah umroh.

Omjay terdiam. Air mata mengalir tanpa diminta. Bukan karena merasa hebat. Justru karena merasa kecil di hadapan Allah. Omjay tahu betul, perjalanan hidupnya penuh liku. Omjay bukan siapa-siapa. Hanya seorang guru yang mencintai profesinya.

Namun mungkin di situlah rahasianya. Ketika kita tak mengejar dunia, Allah memberi dengan cara yang tak terduga.

Saat pertama kali menatap Ka'bah, hati Omjay bergetar. Omjay teringat masa kecilnya. Omjay teringat orang tua yang membesarkannya dengan doa-doa sederhana. Omjay teringat murid-muridnya yang setiap hari ia doakan agar menjadi generasi yang berakhlak dan berilmu.

Di depan Baitullah, Omjay tak meminta kekayaan. Omjay tak meminta popularitas. Omjay hanya meminta satu hal: istiqamah dalam kebaikan.

"Ya Allah, jadikan aku guru yang Engkau ridai."

Air mata itu jatuh deras. Bukan air mata kesedihan, melainkan air mata syukur. Omjay merasa perjalanan umroh itu bukan sekadar hadiah, melainkan teguran lembut sekaligus pelukan dari Allah. Seakan Allah berkata, "Aku melihat lelahmu. Aku mendengar doamu."

Sepulang dari Tanah Suci, ada perubahan dalam diri Omjay. Bukan perubahan besar yang dramatis, tetapi perubahan yang halus dan dalam. Omjay semakin sadar bahwa hidup ini singkat. Bahwa jabatan, penghargaan, dan tepuk tangan manusia tak akan dibawa mati. Yang tersisa hanyalah amal.

Omjay semakin yakin bahwa profesi guru adalah ladang ibadah. Setiap huruf yang diajarkan, setiap nasihat yang ditanamkan, setiap tulisan yang menginspirasi itu semuanya adalah investasi akhirat.

Kini, memasuki tahun 2026, Omjay kembali menuliskan resolusinya dengan penuh harap: bisa umroh lagi, kali ini bersama HabasyGo. Bukan sekadar ingin berangkat, tetapi ingin memperbaiki diri lebih sungguh-sungguh sebelum kembali menjadi tamu Allah.

Resolusi itu bukan tentang tiket atau biaya. Resolusi itu tentang kesiapan hati. Omjay ingin memperbaiki kualitas shalatnya. Omjay ingin memperbanyak sedekahnya. Omjay ingin lebih sabar dalam menghadapi ujian. 

Omjay ingin menulis lebih banyak hal yang membawa manfaat. Karena Omjay percaya, panggilan ke Tanah Suci bukan hanya soal kemampuan finansial, tetapi soal undangan dari Allah.

Omjay sering mengatakan kepada para guru dan sahabatnya, 

"Jangan pernah berhenti bermimpi untuk umroh atau haji. Tapi lebih dari itu, jangan pernah berhenti memperbaiki diri."

Omjay menyadari, mungkin tidak semua orang langsung mendapat kesempatan seperti dirinya. Namun bukan berarti Allah tidak sayang. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan waktu terbaik.

Kisah hadiah umroh yang Omjay terima menjadi pengingat bahwa kebaikan yang dilakukan diam-diam pun tak pernah sia-sia. Bahwa kerja keras yang tidak selalu terlihat tetap tercatat rapi di langit.

Resolusi Ibadah 2026 bukan hanya milik Omjay. Ia adalah ajakan untuk kita semua.

Jika hari ini kita belum mampu berangkat, mari mulai dengan memperbaiki niat.
Jika hari ini kita masih disibukkan dunia, mari curi waktu untuk sujud lebih lama.
Jika hari ini kita merasa jauh dari Allah, mari melangkah perlahan mendekat.

Karena sesungguhnya perjalanan menuju Ka'bah dimulai dari perjalanan memperbaiki hati. Dan ketika suatu hari nanti Allah benar-benar mengundang kita, kita akan memahami bahwa setiap doa yang pernah kita panjatkan tidak pernah sia-sia.

Omjay menutup setiap doanya dengan keyakinan yang dalam:

"Ya Allah, jika Engkau izinkan, izinkan aku kembali menjadi tamu-Mu. Bersama orang-orang yang aku cintai. Bersama niat yang lebih bersih. Bersama hati yang lebih siap. Amin."

Resolusi Ibadah 2026: Bisa Umroh Bareng HabasyGo, Amin.

INSPIRASI   Ramadhan : Jumat,  27 Februari 2026

Hari Jumat.
Hari Syafaat.
Jauhi Maksiat.
Bacalah Sholawat.
Agar bahagia di Dunia dan di Akhirat.

Perjalanan hidup yang indah adalah ketika kita mampu berbagi, bukan menikmatinya sendiri.

Salah satu cara membuka rezeki adalah dengan berbagi. Semakin banyak Anda berbagi, maka semakin banyak yang menyayangi. Rasulullah SAW bersabda ” Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah”. (HR Al-Baihaqi)

Rasulullah SAW bersabda’. “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk”. (Al Wasail 6: 267, hadis ke 4).

"Ramadhan saatnya berbagi" (hjs)

TETAP SEMANGAT
--------
Barakallah fiikum doa itu tak hanya menjadi tulisan.
Semoga ia menjadi kenyataan.
Dan semoga setiap langkah kecil kita hari ini menjadi jalan menuju undangan suci dari-Nya.

Amin Ya Rabbal 'Alamin.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri
Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4