Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Sustainability Pilihan

Ketika Selat Hormuz Bergejolak, Omjay Menatap Wajah Murid-Muridnya

3 Maret 2026   15:57 Diperbarui: 8 Maret 2026   15:42 561 7 3


Omjay mengajak murid-muridnya berdiskusi:
Mengapa dunia begitu bergantung pada satu selat?
Mengapa energi bisa menjadi senjata?
Mengapa ekonomi global bisa goyah oleh rasa takut?

Diskusi itu tidak hanya tentang minyak.
Ia tentang ketahanan.
Tentang kemandirian.
Tentang bagaimana bangsa harus belajar dari sejarah.

Dan di akhir pelajaran, Omjay berkata dengan suara yang lembut:

"Anak-anakku, dunia ini saling terhubung. Apa yang terjadi ribuan kilometer dari sini bisa memengaruhi hidup kita. Tapi jangan pernah merasa kecil. Ilmu yang kalian pelajari hari ini bisa menjadi jawaban bagi krisis esok hari."

Selat yang Sempit, Harapan yang Luas

Selat Hormuz mungkin sempit.
Tetapi harapan tidak pernah sempit.

Omjay percaya, Indonesia tidak boleh hanya menunggu harga minyak turun. Indonesia harus mempercepat energi alternatif, memperkuat produksi dalam negeri, dan mendidik generasi yang sadar energi.

Karena yang paling dulu kehilangan ketenangan bukan para jenderal, bukan para trader, bukan para analis.

Melainkan ibu-ibu di warung.
Ayah-ayah yang menghitung ulang ongkos kerja.
Dan anak-anak yang bertanya mengapa uang jajannya berkurang.

Di tengah dunia yang bergetar oleh satu selat sempit, Omjay tetap berdiri di depan kelas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6