Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Bongkar Cara Simple Mengatur Uang Lebaran Atau THR

5 Maret 2026   04:57 Diperbarui: 5 Maret 2026   04:57 256 7 4

Omjay Bongkar Cara Simpel Mengatur Uang Lebaran Biar Cukup Setahun! /ChatGPT
Omjay Bongkar Cara Simpel Mengatur Uang Lebaran Biar Cukup Setahun! /ChatGPT

Atur THR Biar Tidak Habis Sekejap. Inilah tema ramadan bercerita kali ini. Omjay mencoba menuliskannya dengan cara sederhana dan mudah dipahami pembaca.

THR Habis 7 Hari? Omjay Bongkar Cara Simpel Mengatur Uang Lebaran Biar Cukup Setahun!

Inilah Kisah Omjay Mengelola Rezeki Lebaran dengan Perencanaan dan Hati. Omjay sudah membuaktikannya selama berkeluarga.

Ramadan selalu menjadi bulan yang istimewa bagi Dr. Wijaya Kusumah, yang akrab disapa Omjay. Sebagai guru, penulis, sekaligus kepala keluarga, Omjay memaknai Ramadan bukan hanya sebagai momentum ibadah, tetapi juga sebagai momen refleksi keuangan keluarga. 

Salah satu hal yang paling dinanti setiap menjelang Idulfitri tentu saja adalah THR atau Tunjangan Hari Raya. Biasanya dibagikan bagian keuangan menjelang hari raya idul fitri.

Bagi sebagian orang, THR identik dengan belanja besar-besaran. Pusat perbelanjaan penuh, toko online ramai, diskon menggoda di mana-mana. 

Tak sedikit yang menjadikan THR sebagai "uang kaget" yang boleh dihabiskan tanpa perhitungan. Namun Omjay punya prinsip berbeda: THR bukan rezeki dadakan, melainkan amanah yang harus diatur dengan bijak.

Belajar dari Kesalahan Masa Lalu

Omjay tidak langsung bijak sejak awal. Omjay pernah mengalami masa ketika THR habis dalam hitungan hari. Saat itu Omjay tergoda memenuhi semua keinginan keluarga sekaligus. 

Baju baru lebih dari satu pasang, sepatu baru, makan di restoran, kirim hampers berlebihan, hingga membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Awalnya terasa menyenangkan. Namun satu minggu setelah Lebaran, ia mulai gelisah. Pengeluaran rutin tetap berjalan: listrik, air, kebutuhan dapur, biaya sekolah anak. Sementara tabungan menipis. Dari situlah Omjay belajar bahwa euforia sesaat bisa berdampak panjang.

Pengalaman itu menjadi titik balik. Sejak saat itu, setiap menerima THR, Omjay selalu duduk bersama istrinya untuk menyusun rencana penggunaan dana. Omjay tidak lagi membiarkan uang mengalir tanpa arah.

Membagi THR dalam Pos yang Jelas

Dalam pengelolaannya, Omjay membagi THR ke dalam beberapa pos utama. Omjay percaya bahwa pembagian yang jelas akan mencegah pengeluaran impulsif.

1. Pos Ibadah dan Berbagi

Bagian pertama yang selalu Omjay sisihkan adalah untuk zakat, infak, dan sedekah. Baginya, Ramadan adalah bulan berbagi. THR menjadi kesempatan memperluas manfaat. Omjay membantu keluarga yang membutuhkan, memberi santunan anak yatim, serta mendukung kegiatan masjid di lingkungan sekitar.

Omjay meyakini bahwa keberkahan rezeki justru terletak pada bagian yang dibagikan. Prinsip ini juga Omjay tanamkan kepada anak-anaknya, agar mereka memahami bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari menerima, tetapi juga memberi.

2. Pos Kebutuhan Lebaran

Omjay tetap menyediakan anggaran untuk kebutuhan Lebaran. Omjay tidak anti membeli baju baru atau kue khas Idulfitri. Namun ia menetapkan batas yang realistis. Satu orang satu pasang pakaian yang layak sudah cukup. Tidak perlu mengikuti tren atau gengsi.

Omjay juga mengutamakan kualitas dan fungsi. Jika pakaian lama masih bagus, tidak harus diganti. Prinsipnya sederhana: merayakan Lebaran dengan kebersihan dan kerapian, bukan dengan kemewahan.

3. Pos Tabungan dan Dana Darurat

Inilah bagian yang sering dilupakan banyak orang. Omjay selalu menyisihkan sebagian THR untuk tabungan pendidikan anak dan dana darurat. 

Omjay sadar, kebutuhan mendadak bisa datang kapan saja seperti biaya kesehatan, perbaikan rumah, atau kebutuhan sekolah.

Dengan adanya dana cadangan, keluarga tidak perlu panik atau berutang ketika situasi tak terduga muncul. Baginya, rasa tenang setelah Lebaran jauh lebih berharga daripada tas atau sepatu mahal.

4. Pos Kebutuhan Pasca-Lebaran

Banyak orang lupa bahwa kehidupan tetap berjalan setelah hari raya usai. Anak-anak kembali sekolah, kebutuhan dapur kembali normal, tagihan tetap datang. 

Omjay secara khusus mengalokasikan dana untuk kebutuhan satu hingga dua bulan setelah Lebaran agar tidak terjadi "krisis keuangan Syawal".

Langkah ini membuat keluarganya tetap stabil secara finansial. Mereka tidak mengalami tekanan setelah euforia hari raya berlalu.

Melibatkan Keluarga dalam Perencanaan

Hal yang sangat menarik dari cara Omjay mengelola THR adalah keterbukaan. Omjay tidak menyimpan semua keputusan sendiri. Omjay berdiskusi dengan istri dan anak-anaknya.

Omjay menjelaskan jumlah dana yang tersedia, rencana pembagiannya, serta alasan di balik setiap keputusan. Anak-anak pun diberi kesempatan menyampaikan pendapat. Dengan cara ini, mereka belajar tentang prioritas dan tanggung jawab.

Diskusi ini bukan sekadar soal angka, tetapi pendidikan karakter. Anak-anak belajar bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi sekaligus. Mereka memahami arti menunda kesenangan demi tujuan yang lebih besar.

Menahan Gengsi di Era Media Sosial

Sebagai sosok yang dikenal luas di dunia literasi dan pendidikan, Omjay tentu memiliki banyak relasi. Ia kerap menerima undangan, bertemu berbagai kalangan, dan aktif di media sosial. Namun ia tidak menjadikan Lebaran sebagai ajang pamer kemewahan.

Omjay menyadari bahwa salah satu penyebab THR cepat habis adalah gengsi sosial. Keinginan terlihat sukses sering mendorong orang berbelanja melebihi kemampuan. Padahal kebahagiaan sejati tidak terletak pada pengakuan orang lain.

Omjay lebih memilih menampilkan kebersamaan keluarga daripada kemewahan materi. Baginya, momen duduk bersama, saling memaafkan, dan berbagi cerita jauh lebih bermakna daripada foto dengan barang mahal.

Mengubah THR Menjadi Investasi Masa Depan

Selain tabungan, Omjay sering menggunakan sebagian kecil THR untuk membeli buku atau mengikuti pelatihan. Ia percaya bahwa peningkatan kapasitas diri akan berdampak jangka panjang bagi keluarga.

Sebagai guru, Omjay memahami bahwa ilmu adalah aset yang nilainya terus bertambah. Dengan meningkatkan kompetensi, peluang rezeki pun semakin terbuka. Maka THR tidak hanya menjadi konsumsi, tetapi juga investasi pengembangan diri.

THR sebagai Ujian Kedewasaan Finansial

Menurut Omjay, THR sejatinya adalah ujian. Apakah seseorang mampu mengendalikan diri setelah sebulan berlatih menahan lapar dan dahaga? Jika Ramadan melatih pengendalian nafsu makan, maka THR menguji pengendalian nafsu belanja.

Omjay sering mengatakan kepada keluarganya, "Lebaran itu sehari, tetapi tanggung jawab kita setahun penuh." Kalimat ini menjadi pengingat bahwa perencanaan jauh lebih penting daripada kesenangan sesaat.

Penutup: Lebaran yang Tenang, Bukan Sekadar Ramai

Mengatur THR agar tidak habis sekejap bukan berarti pelit atau tidak menikmati hari raya. Justru dengan perencanaan yang matang, keluarga dapat merayakan Idulfitri dengan lebih tenang. Tidak ada kekhawatiran keuangan setelah tamu pulang dan suasana kembali normal.

Kisah Omjay menunjukkan bahwa kunci pengelolaan THR terletak pada tiga hal: niat berbagi, perencanaan yang jelas, dan keterbukaan dalam keluarga. Dengan prinsip itu, THR tidak hanya menghadirkan kegembiraan sesaat, tetapi juga ketenangan jangka panjang.

Karena pada akhirnya, keberkahan bukan diukur dari seberapa cepat uang dihabiskan, melainkan dari seberapa lama manfaatnya dirasakan.

Demikianlah kisah Omjay tentang Bongkar Cara Simple Mengatur Uang Lebaran Atau THR. Semoga kisah Omjay ini bermanfaat buat pembaca kompasiana yang ingin belajar mengelola keuangan dengan baik dan cermat. Keluarga besar kami selalu berkumpul di rumah dan melaksanakan doa bersama setiap tahunnya.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri
Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5