Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Bocoran Buku dan Film Favorit yang Diam-Diam Mengubah Cara Pandang Hidup

6 Maret 2026   05:06 Diperbarui: 6 Maret 2026   05:06 228 7 5

https://wijayalabs.com

Kisah Omjay kali ini tentang Antibosan di Ramadan: Bocoran Buku dan Film Andalan Omjay yang dibuat oleh Omjay sendiri. Ramadan sering dianggap sebagai bulan yang penuh kesabaran---menahan lapar, menahan haus, dan menahan diri dari berbagai godaan. 

Namun bagi Omjay, Ramadan justru menjadi bulan yang paling menyenangkan untuk "berpetualang". Bukan berpetualang ke tempat jauh, melainkan menjelajahi dunia melalui halaman buku dan layar film. Terkadang Omjay membuat sendiri filmnya.

(78) Membuat Alat penjernih air dalam kurikulum 2013 - YouTube

Di saat banyak orang merasa waktu berjalan lambat menjelang berbuka, Omjay justru menemukan cara sederhana agar Ramadan terasa lebih hidup, penuh cerita, dan tentu saja... antibosan. 

"Ramadan Anti Bosan Ala Omjay: Bocoran Buku dan Film Favorit yang Diam-Diam Mengubah Cara Pandang Hidup"

Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Waktu terasa berjalan lebih pelan, terutama di siang hari ketika tubuh sedang menahan lapar dan dahaga. 

Banyak orang mengisi waktu dengan tidur, bermain gawai, atau sekadar menunggu adzan magrib. Namun bagi Omjay---nama yang akrab disematkan kepada Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd---Ramadan justru menjadi waktu yang sangat berharga untuk membaca buku dan menonton film yang penuh makna.

Bagi Omjay, membaca dan menonton bukan sekadar hiburan. Keduanya adalah cara untuk memperkaya pikiran, memperluas wawasan, dan menumbuhkan inspirasi. Di bulan Ramadan, kebiasaan ini justru terasa lebih nikmat karena dilakukan dalam suasana yang tenang dan reflektif.

Omjay sering mengatakan bahwa membaca buku adalah seperti berbincang dengan orang-orang hebat dari berbagai zaman. Sementara menonton film yang baik dapat menjadi cermin kehidupan yang membuat kita merenung lebih dalam.

Omjay sangat suka dengan film laskar pelangi yang diangkat dari novel yang dituliskan Andrea Hirata di bukunya.


Ramadan dan Kebiasaan Membaca

Sejak kecil, Omjay sudah akrab dengan buku. Ibunya sering membawakan buku bekas atau majalah lama yang dibaca berulang-ulang. Dari situlah kecintaannya pada dunia literasi tumbuh.

Ketika Ramadan tiba, kebiasaan membaca itu semakin terasa nikmat. Setelah salat Subuh, biasanya Omjay membuka buku favoritnya sambil menikmati udara pagi yang masih segar. Waktu pagi adalah saat yang paling tenang untuk membaca.

Salah satu buku yang sangat membekas bagi Omjay adalah buku tentang perjuangan hidup dan semangat belajar. Buku-buku seperti itu selalu membuatnya merasa kembali bersemangat menjalani hidup.

Namun ada dua buku yang sangat berkesan bagi Omjay ketika Omjay mulai memahami dunia yang lebih luas, terutama tentang energi, politik, dan masa depan dunia.

Buku pertama adalah "The Prize: The Epic Quest for Oil, Money and Power" karya Daniel Yergin. Buku ini membuka mata Omjay tentang bagaimana minyak bumi menjadi salah satu faktor yang menggerakkan sejarah dunia. Dari konflik antarnegara hingga perubahan ekonomi global, semuanya ternyata berkaitan dengan energi.

Ketika membaca buku ini, Omjay seperti diajak berkeliling dunia, memahami bagaimana keputusan besar negara-negara kuat memengaruhi kehidupan masyarakat biasa.

Buku kedua yang tak kalah menarik adalah "The New Map: Energy, Climate and the Clash of Nations", juga karya Daniel Yergin. Buku ini berbicara tentang masa depan energi dan bagaimana dunia sedang berubah. Omjay merasa buku ini penting karena membantu memahami arah perkembangan global, termasuk isu perubahan iklim dan energi terbarukan.

gambar buku kesukaan omjay/ChatGPT
gambar buku kesukaan omjay/ChatGPT

Bagi Omjay, membaca buku-buku seperti ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkaya perspektif sebagai seorang guru. Omjay percaya bahwa guru yang gemar membaca akan selalu memiliki cerita baru untuk dibagikan kepada murid-muridnya.

Film sebagai Inspirasi

Selain membaca buku, Omjay juga memiliki beberapa film favorit yang sering Omjay tonton kembali, terutama ketika Ramadan. Omjay sangat terkesan dengan film dari NTT. Judulnya terima kasih. Filmnya bagus sekali.


Salah satu film yang paling berkesan bagi Omjay adalah film yang bercerita tentang perjuangan seorang guru. Film semacam ini selalu membuat Omjay merasa terhubung dengan profesinya. 

Omjay sering mengatakan bahwa film yang baik bukan hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati dan memberi inspirasi. Film bukan hanya sekadar tontonan tapi juga tuntunan.

Ada kalanya setelah menonton film tersebut, Omjay langsung menuliskan refleksinya di blog pribadi atau di Kompasiana. Dari situlah sering lahir tulisan-tulisan yang menggerakkan hati pembaca.

Bagi Omjay, film adalah bentuk cerita visual yang sangat kuat. Kadang satu adegan sederhana mampu meninggalkan kesan yang sangat dalam. Bahkan tidak jarang sebuah film memicu ide tulisan yang akhirnya menjadi artikel panjang.

Ketika menonton film di bulan Ramadan, Omjay biasanya memilih film yang sarat pesan moral. Film yang membuat penonton belajar tentang kesabaran, perjuangan, keluarga, atau arti kehidupan.

Antibosan di Ramadan

Banyak orang mengeluh bahwa waktu di bulan puasa terasa lama. Namun bagi Omjay, justru sebaliknya. Ramadan sering terasa cepat berlalu karena diisi dengan aktivitas yang bermakna.

Membaca buku di pagi hari, menulis di siang hari, dan menonton film inspiratif di sore hari menjelang berbuka menjadi rutinitas yang membuat Ramadan terasa hidup.

Dari buku, Omjay belajar memahami dunia. Dari film, Omjay belajar memahami manusia.

Kedua hal itu akhirnya memperkaya tulisan-tulisan Omjay yang dibagikan ke media sosial. Tidak heran jika Omjay dikenal sebagai "Guru Blogger Indonesia" karena hampir setiap hari Omjay menuliskan pengalaman, refleksi, dan pemikirannya di dunia maya.

Menariknya, banyak ide tulisan Omjay justru lahir dari kegiatan sederhana seperti membaca dan menonton.

Omjay percaya bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja. Dari halaman buku, dari dialog dalam film, bahkan dari adegan kecil yang menyentuh hati.

buku terbaru Omjay yang dibagikan gratis/dokpri
buku terbaru Omjay yang dibagikan gratis/dokpri

Pesan Omjay untuk Ramadan

Bagi Omjay, Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri. Tidak hanya memperbaiki ibadah, tetapi juga memperbaiki cara kita mengisi waktu. Walaupun kaki kiri Omjay masih terasa sakit akibat kecelakaan mobil, Omjay tetap meningkatkan kualitas ibadah.

Daripada merasa bosan, lebih baik memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang memberi manfaat. Membaca buku bisa membuka pikiran. Menonton film yang baik bisa menyentuh hati. Keduanya bisa menjadi sumber inspirasi yang luar biasa.

Omjay sering berpesan kepada murid-muridnya: jika ingin menjadi orang yang terus berkembang, biasakanlah membaca dan belajar dari berbagai sumber. Ramadan adalah kesempatan yang sangat baik untuk memulai kebiasaan itu.

Siapa tahu, dari sebuah buku yang dibaca di bulan Ramadan, lahir mimpi besar yang mengubah masa depan.
Atau dari sebuah film yang ditonton menjelang berbuka, muncul inspirasi yang membuat hidup kita menjadi lebih bermakna.

Bagi Omjay, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadan adalah tentang menumbuhkan jiwa yang lebih kaya. Mulai dari kaya ilmu, kaya hikmah, dan kaya inspirasi.

Ramadan akhirnya mengajarkan Omjay satu hal sederhana namun sangat berharga: kebahagiaan tidak selalu datang dari hal yang besar. Kadang ia hadir dari lembaran buku yang membuka pikiran, atau dari sebuah film yang diam-diam menyentuh hati.

Di sela menunggu azan magrib, Omjay belajar bahwa waktu yang diisi dengan ilmu dan cerita akan meninggalkan jejak dalam jiwa. Buku membuat kita memahami dunia, sementara film membuat kita lebih memahami manusia.

Mungkin Ramadan akan berlalu seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun jika satu buku berhasil membuka cara pandang kita, atau satu film membuat kita merenung tentang hidup, maka Ramadan itu tidak pernah benar-benar lewat begitu saja.

Ramadan akan tinggal diam-diam di dalam hati. Ramadan menjadi inspirasi yang terus menyala, bahkan setelah gema takbir Idulfitri mereda. Ramadan boleh berlalu, tetapi ilmu dari buku dan hikmah dari film akan terus tinggal di hati. 

Demikianlah Kisah Omjay: Bocoran Buku dan Film Favorit yang Diam-Diam Mengubah Cara Pandang Hidup. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Ramadan boleh berlalu, tetapi ilmu dari buku dan hikmah dari film akan terus tinggal di hati/ChatGPT
Ramadan boleh berlalu, tetapi ilmu dari buku dan hikmah dari film akan terus tinggal di hati/ChatGPT

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5