Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Namun, pernahkah kita membayangkan bahwa amplop salam tempel bisa menjadi media pembelajaran yang kreatif?
Amplop tidak harus selalu dibeli di toko. Kita bisa membuatnya sendiri dengan berbagai bahan seperti kertas karton, kertas origami, atau bahkan kertas bekas yang dihias kembali.
Dari proses sederhana ini, muncul banyak keterampilan yang bisa dilatih: menggambar, melipat, menempel, hingga menulis pesan yang menyentuh hati. Sentuhan ini penting untuk melatih kepekaan anak-anak kita sejak dini.
Lebih dari sekadar wadah uang, amplop salam tempel bisa menjadi simbol kasih sayang yang dibuat dengan penuh perhatian. Mereka bisa saling berbagi kebahagiaan di hari yang fitri.
Video ini menunjukkan cara membuat amplop Lebaran dari kertas kado dengan desain sederhana tetapi menarik. Bahan yang digunakan juga sangat mudah ditemukan, seperti kertas kado dan double tape.
Ide Kreasi Amplop Salam Tempel
Banyak cara untuk membuat amplop salam tempel yang unik dan berkesan. Misalnya dengan menambahkan:
Anak-anak biasanya sangat senang ketika dilibatkan dalam kegiatan seperti ini. Mereka bebas menuangkan imajinasi dan kreativitasnya. Hasilnya pun beragam, ada yang lucu, ada yang sederhana, dan ada pula yang sangat artistik.
Kegiatan ini juga bisa menjadi aktivitas keluarga di rumah selama Ramadan. Omjay masih ingat ketika anak-anak (Intan dan Berlian) masih kecil-kecil. Mereka sangat suka membuat amplop untuk salam tempel.
Kisah Omjay Mengubah Amplop Menjadi Media Belajar
Beberapa tahun lalu, Omjay pernah memiliki ide sederhana namun inspiratif. Sebagai guru yang selalu mencari cara kreatif dalam pembelajaran, Omjay mengajak murid-muridnya membuat amplop salam tempel sendiri menjelang Idul Fitri.