Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini diberi Judul: Kreativitas Amplop Salam Tempel: Dari Tradisi Lebaran Menjadi Inspirasi Pendidikan. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.
Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Selain ibadah yang semakin khusyuk, ada banyak tradisi yang membuat bulan suci ini terasa hangat dan penuh kenangan.
Salah satu tradisi yang masih bertahan hingga kini adalah salam tempel. Tradisi sederhana ini biasanya dilakukan saat Lebaran, ketika orang tua, paman, bibi, atau saudara yang lebih tua memberikan amplop berisi uang kepada anak-anak.
Bagi sebagian orang, salam tempel mungkin hanya dianggap sebagai pemberian uang biasa. Namun jika dipikirkan lebih dalam, salam tempel sebenarnya mengandung nilai budaya, kasih sayang, dan kreativitas.
Apalagi jika amplop yang digunakan dibuat sendiri dengan sentuhan seni dan imajinasi. Hal ini telah dilakukan oleh anak-anak Omjay dalam memberikan salam tempel di saat lebaran idul fitri.
Tradisi ini juga pernah menjadi inspirasi bagi Omjay, atau Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd, yang dikenal sebagai Guru Blogger Indonesia. Dari sebuah amplop salam tempel, Omjay menemukan cara sederhana untuk menumbuhkan kreativitas peserta didik.

Amplop Salam Tempel yang Penuh Makna
Ketika Lebaran tiba, anak-anak biasanya sangat antusias menerima amplop berisi salam tempel. Amplop itu sering kali berwarna-warni, bergambar masjid, ketupat, atau kaligrafi indah.
Meski sederhana, amplop tersebut membuat anak-anak merasa dihargai dan disayangi. Mereka membuatnya sedniri dengan kraetivitas masing-masing agar lebaran idul fitri semakin menyenangkan hati.