Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Kreasi Amplop Salam Tempel Menjelang Hari Raya Idul Fitri

11 Maret 2026   03:05 Diperbarui: 11 Maret 2026   03:05 189 9 7

Di era digital saat ini, banyak tradisi yang mulai tergeser oleh teknologi. Salam tempel pun kadang digantikan oleh transfer digital atau dompet elektronik. Praktis memang, tetapi sering kali kehilangan sentuhan emosional.

Amplop salam tempel yang dibuat dengan tangan sendiri menghadirkan rasa yang berbeda. Ada usaha, ada perhatian, dan ada kreativitas di dalamnya.

Melalui kegiatan sederhana ini, kita juga bisa mengajarkan anak-anak tentang nilai berbagi. Salam tempel bukan tentang jumlah uang yang diberikan, tetapi tentang niat baik dan kebahagiaan yang ingin dibagikan.

Inspirasi dari Guru Blogger Indonesia

Omjay selalu percaya bahwa kreativitas bisa muncul dari hal-hal kecil. Tidak harus teknologi canggih atau fasilitas mahal. Bahkan selembar kertas pun bisa menjadi media pembelajaran yang bermakna jika digunakan dengan cara yang tepat.

Sebagai Guru Blogger Indonesia, Omjay sering mengingatkan bahwa guru harus terus berinovasi. Ide sederhana seperti membuat amplop salam tempel bisa menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mengajarkan nilai kehidupan.

Anak-anak tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga belajar tentang empati, berbagi, dan menghargai tradisi. Amplop salam tempel mengajarkan mereka tentang indahnya berbagi kepada sesama manusia.

Penutup

Tradisi salam tempel adalah bagian dari budaya Lebaran yang penuh makna. Jika dipadukan dengan kreativitas, tradisi ini bisa menjadi kegiatan yang mendidik sekaligus menyenangkan.

Membuat amplop salam tempel sendiri mengajarkan kita bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari sesuatu yang besar. Terkadang, kebahagiaan justru hadir dari hal-hal sederhana yang dibuat dengan hati.

Seperti yang sering disampaikan Omjay kepada murid-muridnya, kreativitas adalah cara kita memberi makna pada kehidupan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5