Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Air Mata di Ujung Ramadan dan Belanja Persiapan Lebaran Idul Fitri

17 Maret 2026   04:07 Diperbarui: 17 Maret 2026   04:07 77 5 5

Foto bareng adik dan kakak Omjay/dikpri
Foto bareng adik dan kakak Omjay/dikpri

Kisah Omjay kali ini tentang air mata di ujung Ramadhan dan belanja persiapan lebaran idul Fitri. Omjay tidak beli apa apa. Hanya belanja online saja. Beli baju Koko untuk dipakai di hari Raya idul Fitri. Anak anak yang membelikannya secara online. Kakak dan Adik Omjay datang ke rumah menjenguk Omjay yang sedang sakit di rumah.

Baju Koko Omjay buat lebaran idul Fitri/dokpri
Baju Koko Omjay buat lebaran idul Fitri/dokpri

Air Mata di Ujung Ramadan: Kisah Omjay Menjemput Lebaran dengan Hati yang Lebih Dekat kepada Allah SWT.

Bulan suci Ramadan selalu membawa cerita berbeda bagi setiap orang. Ada yang menyambutnya dengan penuh kegembiraan, ada pula yang menjalaninya dengan ujian yang menguji kesabaran. Tahun ini, Ramadan bagi Wijaya Kusumah, atau yang akrab disapa Omjay, menjadi perjalanan spiritual yang penuh makna sekaligus haru.

Ketika hati terasa lelah oleh ujian hidup, kadang kita hanya butuh satu renungan untuk mengingat kembali tujuan hidup. Video ceramah ini sering membuat orang menangis karena mengingatkan kita pada orang tua, dosa-dosa masa lalu, dan betapa Allah masih memberi kesempatan untuk bertobat di bulan Ramadan.


Bagi Omjay, Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ramadan adalah waktu untuk kembali mendekat kepada Allah SWT, menata hati, memperbaiki diri, dan berharap mencapai derajat takwa sebagaimana tujuan utama puasa itu sendiri.

Namun, Ramadan tahun ini tidak dijalani Omjay dengan kondisi tubuh yang sepenuhnya kuat. Penyakit darah tinggi dan diabetes masih dialami Omjay. Luka diabetes akibat kecelakaan mbil beberapa waktu lalu masih belum sembuh.

Di tengah kesibukan sebagai guru yang telah mengabdikan diri lebih dari tiga dekade di dunia pendidikan, tubuh Omjay memberikan tanda bahwa usia dan kesehatan tidak bisa diabaikan. Suatu pagi di bulan Ramadan, vertigo yang sudah lama menjadi “tamu tak diundang” kembali datang.

Dunia terasa berputar. Kepala terasa berat. Langkah pun menjadi goyah. Omjay muntah-muntah di kamar mandi sekolah. Hari itu, dengan berat hati, Omjay harus membatalkan puasanya. Ini adalah hari pertama di Ramadan tahun ini ketika Omjay tidak mampu melanjutkan ibadah puasa karena kondisi kesehatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4