Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Namun Omjay tahu, kondisi ekonomi keluarga tidak selalu memungkinkan untuk merayakan Lebaran secara mewah. Tahun ini, Omjay tidak membeli banyak pakaian baru. Tidak ada belanja besar. Tidak ada kemewahan.
Anak-anaknya hanya membelikannya satu hadiah sederhana: sebuah baju koko baru. Ketika menerima baju itu, Omjay terdiam beberapa saat. Matanya berkaca-kaca.
Baju koko itu mungkin sederhana. Harganya mungkin tidak mahal. Namun bagi Omjay, hadiah itu terasa jauh lebih berharga daripada pakaian mahal. Di balik baju itu ada cinta anak-anaknya. Ada perhatian. Ada rasa hormat kepada seorang ayah yang telah mengabdikan hidupnya sebagai guru selama puluhan tahun.
Di dalam hati, Omjay berdoa dengan lirih.
“Ya Allah, terima kasih atas keluarga kecil yang Engkau titipkan kepadaku.”
Lebaran tahun ini mungkin tidak akan dipenuhi kemewahan. Tidak ada pesta besar. Tidak ada hidangan berlebihan. Namun Omjay yakin, Lebaran akan tetap meriah.
Bukan karena pakaian baru. Bukan karena makanan yang melimpah. Tetapi karena hati yang bersih setelah menjalani Ramadan. Karena keluarga yang saling mencintai. Karena doa-doa yang dipanjatkan sepanjang malam.
Omjay percaya, kemenangan sejati di hari Idul fitri bukanlah tentang siapa yang paling mewah merayakannya. Kemenangan sejati adalah ketika hati menjadi lebih dekat kepada Allah.
Ketika seseorang mampu memaafkan. Ketika seseorang mampu bersyukur. Dan ketika seseorang menyadari bahwa hidup ini hanyalah perjalanan singkat menuju keabadian.
Di penghujung Ramadan ini, Omjay hanya memiliki satu harapan sederhana. Semoga Allah menerima semua amal ibadahnya. Semoga penyakit yang Omjay alami menjadi penghapus dosa.
Dan semoga Lebaran tahun ini benar-benar menjadi hari kemenangan bagi dirinya dan keluarganya. Karena pada akhirnya, bagi seorang guru seperti Omjay, kebahagiaan tidak selalu datang dari kemewahan dunia.