Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Ada Apa Dengan Rapor Pendidikan Kita?

20 Maret 2026   09:34 Diperbarui: 20 Maret 2026   11:10 153 4 2

Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menegaskan bahwa pembaruan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya refleksi di dunia pendidikan.

Menurutnya, Rapor Pendidikan bukan alat untuk membandingkan sekolah, melainkan sarana untuk memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing satuan pendidikan. 

Dengan demikian, sekolah dapat menyusun strategi perbaikan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Tiga Indikator Baru: Pendidikan Lebih Holistik

Salah satu poin penting dalam pembaruan tahun 2025 adalah penambahan tiga indikator baru yang memperkaya makna mutu pendidikan. 

Ketiga indikator tersebut adalah:

1. 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Fokus pada pembentukan karakter dan kebiasaan positif siswa.

2. Ketersediaan Buku Pendidikan
Menjamin akses sumber belajar yang memadai bagi siswa.

3. Kesiapsiagaan Bencana dan Perubahan Iklim
Menyiapkan sekolah agar tangguh menghadapi risiko lingkungan.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menekankan bahwa pendidikan bermutu tidak hanya berbicara tentang akademik, tetapi juga karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.

"Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, sekaligus mampu menumbuhkan karakter dan kebiasaan positif," ujarnya.

Dari Data Menjadi Aksi Nyata

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3