Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Rapor Pendidikan 2025 Diperbarui: Langkah Nyata Menuju Pendidikan Bermutu dan Berkelanjutan. Ada apa dengan rapor pendidikan kita? Inilah kisah Omjay kali ini di kompasiana.com.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Melalui siaran pers Nomor 206/sipers/A6/III/2026, Kemendikdasmen secara resmi mengumumkan pembaruan Rapor Pendidikan dengan memuat Data Capaian Mutu Layanan Pendidikan Tahun 2025.
Langkah ini bukan sekadar pembaruan data, tetapi menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pendidikan berbasis bukti (evidence-based planning) di Indonesia.
Dengan data yang lebih akurat dan komprehensif, sekolah dan pemerintah daerah diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dan berdampak nyata.
Rapor Pendidikan: Bukan Sekadar Angka, Tapi Cermin Mutu Sekolah
Rapor Pendidikan kini hadir sebagai potret menyeluruh tentang kondisi pendidikan di setiap satuan pendidikan. Data yang disajikan mencakup:
A. Capaian hasil belajar siswa
B. Kualitas proses pembelajaran
C. Lingkungan belajar
D. Indikator pendukung lainnya
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menegaskan bahwa pembaruan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya refleksi di dunia pendidikan.
Menurutnya, Rapor Pendidikan bukan alat untuk membandingkan sekolah, melainkan sarana untuk memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing satuan pendidikan.
Dengan demikian, sekolah dapat menyusun strategi perbaikan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Tiga Indikator Baru: Pendidikan Lebih Holistik
Salah satu poin penting dalam pembaruan tahun 2025 adalah penambahan tiga indikator baru yang memperkaya makna mutu pendidikan.
Ketiga indikator tersebut adalah:
1. 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Fokus pada pembentukan karakter dan kebiasaan positif siswa.
2. Ketersediaan Buku Pendidikan
Menjamin akses sumber belajar yang memadai bagi siswa.
3. Kesiapsiagaan Bencana dan Perubahan Iklim
Menyiapkan sekolah agar tangguh menghadapi risiko lingkungan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menekankan bahwa pendidikan bermutu tidak hanya berbicara tentang akademik, tetapi juga karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.
"Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, sekaligus mampu menumbuhkan karakter dan kebiasaan positif," ujarnya.
Dari Data Menjadi Aksi Nyata
Di tingkat satuan pendidikan, Rapor Pendidikan mulai dirasakan manfaatnya sebagai alat refleksi. Kepala SDN 17 Sungai Raya, Sarwani, mengakui bahwa meskipun awalnya terasa rumit, penggunaan data ini justru membantu sekolah memahami kondisi mereka secara lebih mendalam.
Hal yang sama juga terjadi di tingkat pemerintah daerah. Dinas Pendidikan menjadikan Rapor Pendidikan sebagai salah satu indikator penting dalam menilai kinerja pembangunan pendidikan.
Dengan kata lain, Rapor Pendidikan tidak lagi sekadar dokumen, tetapi telah menjadi alat navigasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara sistematis.
Harapan Besar untuk Masa Depan Pendidikan
Melalui pembaruan ini, Kemendikdasmen berharap seluruh pemangku kepentingan yang mulai dari guru, kepala sekolah, hingga pemerintah daerah kini dapat memanfaatkan Rapor Pendidikan secara optimal.
Jika digunakan secara konsisten, Rapor Pendidikan dapat menjadi kunci dalam:
A. Menyusun program pendidikan yang tepat sasaran
B. Mengoptimalkan anggaran pendidikan
C. Mendorong transformasi pembelajaran
D. Meningkatkan akuntabilitas kebijakan
Pada akhirnya, tujuan besar yang ingin dicapai adalah satu: menghadirkan pendidikan yang bermutu, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh anak Indonesia.
Penutup
Pembaruan Rapor Pendidikan 2025 adalah langkah maju yang patut diapresiasi. Namun, keberhasilannya tidak hanya bergantung pada sistem, melainkan pada bagaimana kita semua yaitu guru, sekolah, dan pemerintah dapat memanfaatkan data tersebut dengan bijak.
Karena sejatinya, perubahan besar dalam pendidikan selalu dimulai dari keberanian untuk melihat diri sendiri, lalu bergerak untuk menjadi lebih baik.