Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Jeritan warga Ogan Ilir pecah! Dugaan malpraktik RS Kayagung menuntut keadilan. Akankah Prabowo Subianto turun tangan? Inilah kisah Omjay kali ini di kompasiana tercinta setelah membaca curhatan seorang kawan.
SURAT TERBUKA WARGA OGAN ILIR KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Kepada Yth.
Bapak Prabowo Subianto
di Tempat
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Dengan penuh harap dan hati yang diliputi kegelisahan, kami, warga Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menyampaikan surat terbuka ini kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Surat ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan jeritan hati, suara penderitaan, dan harapan akan hadirnya keadilan di negeri yang kami cintai ini.
Bapak Presiden yang kami hormati,
Kami ingin menyampaikan secara langsung kepada Bapak terkait dugaan kasus malpraktik yang melibatkan oknum perawat di RS Kayagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Peristiwa ini telah menyisakan luka mendalam, tidak hanya bagi korban dan keluarganya, tetapi juga bagi kami sebagai masyarakat yang mendambakan pelayanan kesehatan yang aman, manusiawi, dan berkeadilan.
Kami percaya bahwa tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam menjaga kehidupan. Mereka adalah sosok yang kami percayakan untuk merawat, menyembuhkan, dan memberi harapan. Namun, ketika kepercayaan itu justru ternodai oleh dugaan kelalaian atau tindakan yang tidak sesuai dengan standar profesi, maka yang tersisa hanyalah ketakutan dan trauma yang mendalam.
Bapak Presiden,
Kami tidak serta-merta menuduh tanpa dasar. Namun, fakta-fakta yang berkembang di tengah masyarakat menimbulkan tanda tanya besar. Proses penanganan kasus ini dirasa berjalan lambat, kurang transparan, dan belum memberikan rasa keadilan bagi korban. Kami khawatir, jika hal ini terus dibiarkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan akan semakin menurun.