Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Benarkah Sekolah Online Bikin Anak Males dan Hilang Arah?

30 Maret 2026   21:49 Diperbarui: 30 Maret 2026   21:49 244 9 6

Ilustrasi sekolah online/chatgpt
Ilustrasi sekolah online/chatgpt

"Seorang Guru Bicara Jujur: Sekolah Online Bikin Anak Males dan 'Hilang Arah. Kita Mau Diam atau Bergerak?" Tatap Muka atau Online? Menjaga Akal Sehat Pendidikan di Tengah Kekhawatiran Guru. Inilah Kisah Omjay di kompasiana.

Di tengah riuhnya perubahan zaman dan derasnya arus teknologi, ada satu suara lirih namun penuh makna dari seorang guru: kegelisahan akan masa depan anak didiknya.

Hal ini bukan sekadar soal metode belajar, tetapi tentang harapan, karakter, dan masa depan generasi yang sedang kita titipkan di ruang-ruang kelas hari ini. Dari kegelisahan itulah, tulisan ini lahir sebagai ajakan untuk kembali menata arah pendidikan dengan hati dan kebijaksanaan.

Pesan yang disampaikan Ibu Nunuk Marsini seoramg guru sekolah negeri di WhatsApp Omjay terasa sangat jujur, apa adanya, dan mewakili kegelisahan banyak guru di Indonesia.

Kekhawatiran itu nyata: jangan sampai pembelajaran daring kembali membuat anak-anak kehilangan semangat belajar, malas membaca, bahkan menurunkan kualitas karakter dan adab mereka seperti yang sempat kita rasakan pada masa pandemi.

Omjay sangat memahami betul perasaan itu. Kita semua pernah melewati masa sulit saat pandemi COVID-19. Ketika sekolah dipaksa beralih ke pembelajaran jarak jauh, banyak anak kehilangan arah.

Tidak semua memiliki fasilitas memadai, tidak semua memiliki pendampingan orang tua, dan tidak semua guru siap dengan metode digital. Dampaknya terasa: learning loss, penurunan motivasi, bahkan krisis karakter.

Namun, apakah solusi terbaik adalah menolak sepenuhnya pembelajaran online? Di sinilah kita perlu bersikap bijaksana. Tatap Muka Tetap Utama, belum ada yang bisa menggantikannya. Omjay sangat sepakat.


Tidak bisa dipungkiri, pembelajaran tatap muka (offline) memiliki keunggulan yang sangat besar. Interaksi langsung antara guru dan siswa membangun kedekatan emosional. Guru dapat membaca ekspresi wajah siswa, memahami kesulitan mereka, dan menanamkan nilai-nilai karakter secara langsung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5