Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Benarkah Sekolah Online Bikin Anak Males dan Hilang Arah?

30 Maret 2026   21:49 Diperbarui: 30 Maret 2026   21:49 259 9 6

Istilah "generasi bodoh" yang disampaikan dengan nada khawatir sebenarnya adalah bentuk kepedulian mendalam seorang guru. Namun kita perlu berhati-hati dalam menyimpulkan.

Anak-anak bukan menjadi bodoh karena online, tetapi karena:

  • Kurangnya pendampingan
  • Metode pembelajaran yang tidak tepat
  • Minimnya interaksi bermakna
  • Ketergantungan tanpa kontrol

Artinya, solusi bukan menolak teknologi, tetapi memperbaiki sistem dan cara kita mengajar. Guru tetap menjadi kunci utama.

Program MBG di sekolah/dokpri
Program MBG di sekolah/dokpri

Tentang Program MBG di pemerintahan Prabowo Gibran

Pandangan kritis terhadap program MBG (Makan Bergizi Gratis) juga menarik untuk disikapi. Kekhawatiran tentang pemborosan anggaran tentu wajar. Namun di sisi lain, kita juga perlu melihat dari perspektif lain.

Program seperti MBG bertujuan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup. Kita tahu, banyak siswa datang ke sekolah dalam kondisi lapar. Bagaimana mereka bisa fokus belajar jika kebutuhan dasar belum terpenuhi?

Namun, tentu program ini harus dijalankan dengan:

  • Pengelolaan yang transparan
  • Tepat sasaran siswa yang menerima
  • Tidak mengabaikan aspek pendidikan lainnya
  • Tidak memperkarya parpol yang mengelola SPPG

Guru boleh kritis, tetapi juga perlu melihat secara utuh. Kita harus melihatnya dati berbagai sisi dan tentu harus diikuti dengan kajian ilmiah yang mendalam.

Peran Guru Tetap Tak Tergantikan

Dalam semua kondisi baik offline maupun online ada satu hal yang tidak berubah yaitu: peran guru sangat vital. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi:

  • Pembimbing karakter
  • Penanam nilai
  • Inspirator kehidupan
  • Motivatir siswa

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5