Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah omjay kali ini diberi judul: Di Usia 54, Omjay Belajar Berdamai dengan Tubuh yang Menua. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana. Tua itu pasti dan kita berusaha untuk tetap sehat di hari tua.
Usia memang tak pernah berbohong. Ketika angka 54 tahun tersemat dalam perjalanan hidup Dr. Wijaya Kusumah, ada banyak hal yang berubah. Dulu tubuh terasa ringan, langkah kaki cepat, dan pikiran selalu tajam. Namun kini, semuanya terasa berbeda. Pelan-pelan, tubuh memberi sinyal: "Aku sudah tidak muda lagi."
Omjay pernah merasakan titik balik yang sangat menggetarkan dalam hidupnya. Omjay pernah mengalami serangan Stroke yang datang tanpa diduga. Saat itu, Omjay seperti disadarkan bahwa hidup bukan hanya tentang mengejar prestasi, tetapi juga tentang menjaga diri. Kita harus menjaga kesehatan diri sebab sehat itu mahal.
Ketika Tubuh Mulai Bicara
Awalnya, Omjay mengira semua yang Omjay rasakan hanyalah kelelahan biasa. Badan terasa pegal, kepala sering pusing, dan sesekali lupa meletakkan barang. Omjay bahkan sempat khawatir apakah itu gejala penyakit serius seperti Alzheimer's disease.
Namun setelah berkonsultasi dan merenung, Omjay mulai memahami bahwa tidak semua yang dirasakan adalah penyakit. Banyak di antaranya adalah bagian dari proses penuaan yang alami.
"Kalau saya lupa menaruh kunci, tapi masih bisa menemukannya sendiri, itu bukan Alzheimer," ujar Omjay sambil tersenyum. "Itu tanda otak saya sedang menua, bukan rusak."
Pemahaman ini membuatnya lebih tenang. Omjay tidak lagi panik berlebihan setiap kali tubuhnya memberi sinyal.
Pelajaran Berharga dari Stroke
Serangan stroke yang pernah dialami Omjay menjadi guru terbaik dalam hidupnya. Omjay belajar bahwa kesehatan tidak bisa ditunda. Tubuh yang selama ini Omjay gunakan untuk mengajar, menulis, dan menginspirasi, ternyata membutuhkan perhatian lebih.