Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang"Omjay dan Sepiring Gado-Gado: Nikmat Sederhana, Pelajaran Luar Biasa". Sebuah kisah nyata dari Omjay yang makan siang dengan sepiring gado-gado tanpa nasi dan lontong di kantin sekolah. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana dimana saja anda berada.
Siapa sangka, di balik sepiring gado-gado yang tampak sederhana, tersimpan kisah penuh makna dari seorang guru inspiratif, Dr. Wijaya Kusumah atau yang akrab kita sapa, Omjay. Sekarang Omjay mulai menjauhi gorengan dan lebih banyak makan sayur dan buah-buahan. Dokter menyarankan omjay untuk memperbanyak serat masuk ke dalam tubuh. Supaya Omjay bisa lebih sehat dan kuat. Setelah dirawat 4 hari di rumah sakit Immanuel Bandung.

Gado-Gado: Cinta Lama yang Tak Pernah Padam
Bagi Omjay, gado-gado bukan sekadar makanan. Ia adalah kenangan. Sejak masih menjadi guru muda di Jakarta, gado-gado sudah menjadi "sahabat setia" di sela kesibukan mengajar dan menulis. Omjay sangat suka dengan gado-gado khas Betawi.
Setiap siang atau saat istirahat, sebelum atau sesudah masuk kelas, Omjay sering mampir ke penjual gado-gado langganannya. Dengan senyum ramah, Omjay selalu berkata,
"Bu Ijah, seperti biasa ya... tapi bumbu kacangnya jangan terlalu manis."
Penjualnya pun hafal betul kebiasaan Omjay. Bahkan tanpa banyak bicara, sepiring gado-gado "versi sehat" sudah siap tersaji. Omjay menikmatinya di saat makan siang setelah sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Baitul Ilmi Labschool Jakarta.
Ketika Usia Mengajarkan Bijak
Namun waktu terus berjalan. Usia bertambah, tubuh pun mulai "berbicara". Omjay mulai lebih sadar akan kesehatan, terutama soal gula darah dan tekanan darah. Omjay tak ingin terkena serangan stroke kembali.
Semenjak terkena serangan stroke dan mengidap diabetes dan darah tinggi, Omjay lebih selektif memilih makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Omjay khawatir serangan stroke berikutnya akan mengintai bila salah makan.
Di sinilah gado-gado kesayangannya "dirombak strategi". Bukan berhenti makan tapi belajar makan dengan lebih bijak. Dahulu Omjay makan tidak pernah pilah pilih, akibatnya tubuh Omjay berteriak.
Omjay mulai menerapkan prinsip sederhana:
Filosofi Hidup dalam Sepiring Gado-Gado
Bagi Omjay, gado-gado adalah metafora kehidupan. Ada berbagai macam bahan di dalamnya. Ada sayur, tahu, tempe, telur yang berbeda, tapi bersatu dalam harmoni. Sama seperti kehidupan seorang guru yang penuh warna: ada suka, duka, tantangan, dan harapan. Omjay sering berkata kepada murid-muridnya:

"Hidup itu seperti gado-gado. Tidak semua harus banyak. Yang penting seimbang."
Dari Gado-Gado ke Tulisan yang Menginspirasi
Menariknya, kecintaan Omjay pada gado-gado sering ia tuangkan dalam tulisan di platform seperti Kompasiana. Gaya tulisannya ringan, kadang humoris, tapi selalu penuh makna.
Omjay pernah menulis bahwa menjaga kesehatan bukan berarti meninggalkan kebahagiaan kecil seperti menikmati gado-gado melainkan mengelolanya dengan bijak.
Pelajaran dari Omjay
Dari kisah sederhana ini, ada pelajaran penting:
Penutup yang Menggugah
Hari itu, Omjay kembali duduk di bangku kayu sederhana, menikmati sepiring gado-gado hangat. Omjay tersenyum, bukan hanya karena rasanya enak, tapi karena Omjay tahu dan sedang menjaga hidupnya tetap seimbang. Hem mungkin, di antara suapan sayur dan siraman bumbu kacang yang sederhana itu, terselip doa kecil:
"Ya Allah, sehatkan lah tubuh ini agar terus bisa menginspirasi."
Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang seberapa mewah yang kita makan, tetapi seberapa bijak kita menjalaninya. Kalau Omjay saja bisa tetap menikmati gado-gado dengan cara sehat, kita juga pasti bisa. Tinggal pilih: mau nikmat sesaat, atau sehat sepanjang hayat?
Salam Blogger Persahabatan
Omjay/Kakek Jay
