Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

https://www.youtube.com/watch?v=gtUzQ3LUOGo
Di tengah sejuknya alam pegunungan Sanggabuana, Karawang, ratusan siswa kelas 7 SMP Labschool Jakarta berdiri tegap dalam barisan. Dengan seragam rapi, tongkat di tangan, dan semangat di dada, mereka mengikuti kegiatan Studi dan Apresiasi Kepemimpinan Siswa Indonesia (SAKSI). Inilah sebuah pengalaman pendidikan yang tak hanya mengasah intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan sejak dini.
Kegiatan SAKSI ini bukan sekadar perjalanan studi biasa. Ia adalah ruang pembelajaran nyata, di mana siswa belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, hingga cinta tanah air secara langsung di lapangan. Kegiatan ini adalah kegiatan yang wajib diikuti siswa SMP Labschool Jakarta.

Belajar di Alam Terbuka Sanggabuana
Kegiatan SAKSI dilaksanakan di kawasan latihan militer Sanggabuana, Karawang, tepatnya di lingkungan Detasemen Pemeliharaan Daerah Latihan Kostrad. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan. Selain memiliki suasana alam yang asri, tempat ini juga menjadi pusat pelatihan kedisiplinan yang sangat cocok untuk membentuk karakter siswa.
Selama kurang lebih 3 hari 2 malam, siswa menjalani kehidupan sederhana layaknya prajurit. Mereka tidur di barak, makan bersama, dan mengikuti berbagai kegiatan fisik maupun mental yang terjadwal dengan ketat.
Tidak ada kemewahan. Bahkan, dalam beberapa pengalaman sebelumnya, sinyal telepon pun sulit didapatkan. Namun justru di situlah letak kekuatan kegiatan ini: siswa belajar mandiri, jauh dari ketergantungan teknologi, dan lebih dekat dengan kehidupan nyata.

Latihan Disiplin ala Militer