Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pembukaan Konkernas II PGRI 2026 yang Meriah di Hotel Golden Boutique

16 April 2026   20:23 Diperbarui: 16 April 2026   21:11 279 5 0

Pembukaan acara konkernas II PGRI/dokpri
Pembukaan acara konkernas II PGRI/dokpri

Konkernas II PGRI tahun 2026 Resmi Dibuka: Ribuan Guru Tumpah Ruah di Ballroom Golden Boutique Hotel Jakarta. Inilah kisah Omjay kali ini di kompasiana langsung dari lokasi acara konkernas di hotel golden boutique Kemayoran Jakarta Pusat.


Suasana meriah dan penuh semangat terasa begitu kental di Ballroom Golden Boutique Hotel Jakarta pada Kamis, 16 April 2026.

Pukul 16.00 WIB ibu ketua umum PB membuka acara softlaunching. Ribuan guru dari seluruh penjuru Indonesia hadir memenuhi ruangan, membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan nasional. Mereka datang bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai representasi suara akar rumput yang siap diperjuangkan dalam Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) II PGRI.

Laporan ibu ketum pb pgro)dokpri
Laporan ibu ketum pb pgro)dokpri

Sejak siang hari, para peserta mulai berdatangan dengan penuh antusias. Obrolan hangat antar sesama guru dari berbagai daerah menciptakan suasana kebersamaan yang begitu terasa. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote, semua menyatu dalam satu tujuan: memperjuangkan kesejahteraan, profesionalisme, dan perlindungan guru di Indonesia.

Tepat pukul 16.00 WIB, acara pembukaan Konkernas II PGRI resmi dimulai. Dengan penuh khidmat, Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, membuka kegiatan nasional bergengsi ini. 

Sambutan Prof. Unifah Rosyidi/dokpri
Sambutan Prof. Unifah Rosyidi/dokpri

Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Konkernas bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan.

"PGRI harus terus menjadi rumah perjuangan bagi para guru. Bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga wadah untuk melahirkan gagasan besar yang mampu membawa perubahan nyata," tegas beliau di hadapan ribuan peserta yang memadati ballroom.

Sambutan wakil m3ndikdasmen/pgri
Sambutan wakil m3ndikdasmen/pgri

Pembukaan Konkernas II PGRI semakin istimewa dengan kehadiran Prof. APIP Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yang turut memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi rangkaian kegiatan. Kehadirannya menjadi simbol kuat bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap aspirasi para guru yang dihimpun melalui PGRI.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi seperti PGRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Ia juga mengapresiasi peran guru sebagai ujung tombak pendidikan yang terus berjuang di tengah berbagai keterbatasan.

"Guru adalah pilar utama pendidikan bangsa. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan masukan dari para guru yang tergabung dalam PGRI," ungkapnya.

Sebelum acara pembukaan, suasana Ballroom Golden Boutique Hotel telah lebih dulu dihangatkan dengan soft launching Konkernas II PGRI. Musik yang mengalun lembut, seperti lagu "Juwita Malam", mengiringi langkah para peserta yang memasuki ruangan. Bahkan di sela-sela waktu makan malam, suasana semakin cair dengan lantunan lagu-lagu nostalgia seperti "Kisah Kasih di Sekolah" yang dinyanyikan dengan penuh keakraban oleh para peserta.

Tak hanya menjadi ajang formal, Konkernas ini juga menjadi ruang silaturahmi nasional bagi para guru. Canda, tawa, dan cerita pengalaman mengajar dari berbagai daerah menjadi warna tersendiri yang memperkaya suasana.

Memasuki sesi sidang pleno pertama, suasana kembali serius. Pimpinan sidang yang terdiri dari tokoh-tokoh PGRI memandu jalannya diskusi dengan tertib dan penuh semangat. Berbagai isu strategis mulai dibahas, mulai dari kesejahteraan guru, perlindungan hukum, hingga peningkatan kompetensi di era digital.

Salah satu pesan kuat yang mengemuka dalam pembukaan Konkernas ini adalah pentingnya menjaga marwah organisasi. Seperti yang disampaikan oleh salah satu peserta, bahwa PGRI harus tetap menjadi "perahu besar" perjuangan, bukan sekadar kendaraan kepentingan sesaat.

Hal ini sejalan dengan harapan besar yang disampaikan oleh banyak pengurus dan anggota PGRI dari berbagai daerah. Mereka menginginkan organisasi ini semakin mandiri, profesional, serta mampu mencetak kader-kader guru yang tangguh di semua tingkatan.

Konkernas II PGRI juga diharapkan mampu melahirkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga tajam dalam implementasi. Aspirasi yang datang dari bawah harus benar-benar diolah dengan bijak dan diperjuangkan hingga sampai kepada pemerintah sebagai mitra strategis.

Sebagaimana disampaikan oleh salah satu pengurus, bahwa suara individu sering kali tenggelam dalam hiruk pikuk kepentingan. Namun ketika suara tersebut dihimpun dalam organisasi yang solid seperti PGRI, maka kekuatannya menjadi jauh lebih besar dan mampu mendorong perubahan nyata.

Menjelang malam, semangat para peserta justru semakin menguat. Panggilan untuk kembali ke aula menggema, menandakan bahwa agenda penting masih terus berlanjut. Kehadiran Wakil Menteri yang telah tiba di lokasi semakin menambah energi positif dalam forum tersebut.

Konkernas II PGRI bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan pendidikan Indonesia. Tentang bagaimana guru tidak hanya dihargai, tetapi juga diberdayakan. Tentang bagaimana organisasi profesi mampu menjadi jembatan antara harapan dan kebijakan.

Di tengah gemuruh semangat yang memenuhi Ballroom Golden Boutique Hotel, satu hal menjadi sangat jelas: guru Indonesia tidak pernah berhenti berjuang.

Dengan semangat kebersamaan, solidaritas, dan komitmen yang kuat, Konkernas II PGRI diharapkan menjadi titik awal lahirnya kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak kepada guru.

Hidup guru!
Hidup PGRI!

Bersama kita kuat,
Bersatu kita bermakna,
Bergerak kita membawa perubahan.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Omjay guru blogger indonesia/dokpri
Omjay guru blogger indonesia/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3