Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Ketika 100.000 Pembaca Tak Lagi Bermakna di Kompasiana. Inilah kisah Omjay setelah membaca komentar kakek Merza yang panjang dan bijaksana. Bagi yang belum membacanya bisa dibuka link di bawah ini.
https://video.kompasiana.com/wijayalabs/69eb7604ed64152e7b575453/mengapa-gopay-kompasiana-semakin-kecil?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile
Kakek Merza menulis panjang sekali. Beliau menulis di kompasiana hampir setiap hari. Bahkan, pada bulan Maret 2026, beliau seperti sedang berlari dalam maraton kata-kata.
Sebanyak 89 artikel berhasil beliau publikasikan di Kompasiana. Bukan sekadar angka, tetapi setiap tulisan lahir dari waktu, tenaga, pikiran, dan tentu saja menulis dengan hati.
Dan ketika Omjay melihat statistiknya, wow jujur saja, ada rasa bangga yang tak bisa disembunyikan. Kakek Merza memang blogger kompasiana yang luar biasa.
Lebih dari 100.000 pembaca.
Seratus ribu orang. Seratus ribu pasang mata.
Seratus ribu kemungkinan bahwa tulisan-tulisan itu dibaca, direnungkan, atau mungkin sekadar menjadi teman di sela kesibukan mereka. Namun rasa bangga itu perlahan berubah menjadi tanda tanya.
Dari 89 artikel, hanya dua yang masuk kategori Artikel Utama (AU).
Dan total K-Reward yang beliau terima? Alhamdulillah hanya Rp 29.400.
Omjay sempat diam cukup lama melihat angka itu. Bukan karena nominalnya semata. Bukan. Omjay tidak sedang mempermasalahkan uang dalam arti sempit. Tetapi karena angka itu seperti tidak mampu mewakili apa yang sebenarnya terjadi.