Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Lubang Maut dan Menganga itu Sudah Ditutup Seorang Warga Baik Hati

6 Mei 2026   05:30 Diperbarui: 6 Mei 2026   06:42 251 7 5

lubang maut dan menganga sudah ditutup/dokpri
lubang maut dan menganga sudah ditutup/dokpri

Lubang maut dan menganga di Jalan Berhala Rt 05 RW 10 kompleks TNI AL Jatibening Indah Bekasi sudah ditutup oleh seorang warga yang baik hati. Ketika kepedulian warga menjadi Penyelamat Nyawa. Inilah kisah Omjay guru blogger indonesia di kompasiana.

Lubang di jalan sering kali dianggap masalah sepele. Namun, siapa sangka, lubang kecil yang dibiarkan menganga bisa berubah menjadi ancaman besar bagi keselamatan pengguna jalan. Itulah yang terjadi di sebuah ruas jalan lingkungan, ketika sebuah lubang cukup besar terlihat terbuka tanpa penanganan permanen.

https://youtube.com/shorts/Q-LvCfAYq4Y?si=qtSZxzjisz1f3wUh

Dari kondisi di lapangan, lubang tersebut tampak tertutup sebagian oleh genangan air. Jalan yang basah akibat hujan membuat lubang itu nyaris tak terlihat. Inilah yang membuatnya sangat berbahaya. Banyak pengendara, khususnya sepeda motor, bisa terkecoh dan terperosok tanpa sempat menghindar.

Saya teringat pesan warga sekitar yang pernah berkata, "Yang paling bahaya itu bukan lubangnya, tapi kalau lubangnya tidak kelihatan." Kalimat sederhana itu menggambarkan realita di lapangan. Banyak kecelakaan justru terjadi bukan karena kelalaian pengendara, melainkan karena kondisi jalan yang tidak aman.

Namun di balik ancaman itu, ada secercah harapan. Harapan itu datang dari kepedulian warga, salah satunya melalui aksi nyata yang dilakukan oleh tukang dari Pak Elvian Helmi.

Tukang pak Helmi langsung menutup lubang/dokpri
Tukang pak Helmi langsung menutup lubang/dokpri

Aksi Nyata di Tengah Keterbatasan

Dalam foto yang beredar, terlihat seorang tukang sedang bekerja di sekitar lubang tersebut. Dengan peralatan sederhana dan bahan seadanya, beliau berusaha menutup atau mengamankan lubang agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Di sekitar lubang, terlihat beberapa upaya darurat dilakukan:

  • Penutup sementara menggunakan bahan seperti karung
  • Tumpukan daun sebagai penanda visual
  • Sebuah rambu larangan (berwarna merah) sebagai peringatan bagi pengguna jalan

Langkah ini mungkin terlihat sederhana. Namun dampaknya luar biasa. Setidaknya, pengguna jalan menjadi lebih waspada dan dapat menghindari titik berbahaya tersebut.

Inilah bentuk gotong royong yang sesungguhnya. Tidak menunggu perintah, tidak menunggu anggaran turun, tetapi langsung bertindak demi keselamatan bersama.

Pak Elvian Helmi: Sosok di Balik Kepedulian

Nama Pak Elvian Helmi disebut sebagai pihak yang mengerahkan tukang untuk menangani lubang tersebut. Sosok ini layak diapresiasi sebagai pribadi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar.

Di tengah kondisi di mana banyak orang memilih diam atau menunggu pihak berwenang, Pak Elvian Helmi justru mengambil langkah nyata. Beliau sangat memahami bahwa keselamatan tidak bisa ditunda.

Apa yang dilakukan beliau bukan hanya soal menutup lubang, tetapi juga memberikan contoh kepada masyarakat bahwa setiap orang bisa berkontribusi untuk kebaikan bersama.

Lubang Jalan: Masalah Lama yang Belum Tuntas

Fenomena jalan berlubang sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Hampir setiap musim hujan, masalah ini selalu muncul kembali.

Beberapa penyebab umum antara lain:

  • Kualitas konstruksi jalan yang kurang baik
  • Drainase yang buruk sehingga air menggenang
  • Kurangnya perawatan dan pengawasan rutin

Lubang yang dibiarkan terlalu lama akan semakin besar dan semakin berbahaya. Apalagi jika dilalui kendaraan berat secara terus-menerus. Inilah yang kami khawatirkan sehingga tidak menunggu bantuan dari PUPR yang sering lama dikerjakan.

Dampak yang Tidak Bisa Dianggap Remeh

Lubang di jalan memiliki dampak yang cukup serius, di antaranya:

1. Kecelakaan Lalu Lintas
Pengendara motor paling rentan. Sedikit saja kehilangan keseimbangan, bisa berakibat fatal.

2. Kerusakan Kendaraan
Benturan keras dapat merusak ban, velg, bahkan sistem suspensi.

3. Kemacetan dan Ketidaknyamanan
Pengendara yang menghindari lubang secara mendadak bisa menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.

4. Ancaman Saat Hujan
Genangan air membuat lubang tidak terlihat, sehingga risiko kecelakaan meningkat drastis.

Peran Warga Sekitar Sangat Penting

Apa yang dilakukan oleh tukang dari Pak Elvian Helmi adalah bukti bahwa masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan lingkungan.

Dalam kondisi ideal, tentu perbaikan jalan menjadi tanggung jawab pemerintah atau dinas terkait. Namun dalam situasi darurat, aksi cepat warga bisa menjadi penyelamat.

Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan masyarakat:

  • Memberi tanda pada lubang jalan
  • Melaporkan ke pihak berwenang
  • Melakukan penanganan sementara jika memungkinkan

Harapan untuk Perbaikan Permanen

Meski langkah darurat sudah dilakukan, perbaikan permanen tetap menjadi kebutuhan utama. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera turun tangan untuk:

  • Menutup lubang dengan material yang kuat
  • Memperbaiki sistem drainase
  • Melakukan pengecekan rutin kondisi jalan

Karena bagaimanapun, keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama.

Belajar dari Kepedulian

Kisah ini memberikan pelajaran penting bagi kita semua. Bahwa kepedulian tidak harus menunggu jabatan atau kewenangan. Siapa pun bisa menjadi bagian dari solusi.

Apa yang dilakukan oleh Pak Elvian Helmi dan tukangnya adalah contoh nyata bahwa aksi kecil bisa berdampak besar. Mereka tidak hanya menutup lubang, tetapi juga membuka mata kita semua tentang pentingnya kepedulian.

Sebagai Guru Blogger Indonesia, Omjay selalu percaya bahwa setiap peristiwa adalah pelajaran. Dan dari kejadian ini, kita belajar bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Mari kita jaga lingkungan kita. Mari kita peduli terhadap sekitar. Karena bisa jadi, tindakan kecil kita hari ini akan menyelamatkan nyawa seseorang esok hari.

Inspirasi Pagi:
Rabu, 6 Mei 2026

Bentuk rizki itu luas banget:

1. Rizki yang kelihatan  
-Uang, makanan, rumah, kendaraan  
-Pekerjaan, jabatan, bisnis lancar  
-Anak, pasangan, keluarga sehat

2. Rizki yang gak kelihatan tapi mahal  
-Iman & hidayah → ini rizki paling tinggi  
-Ilmu yang bermanfaat  
-Kesehatan → bayangin biaya RS kalau sakit  
-Rasa aman → bisa tidur nyenyak  
-Waktu luang → Nabi bilang 2 nikmat yang sering dilupakan  
-Teman yang sholeh → ngingetin ke kebaikan  
-Sabar saat diuji → itu juga rizki  
-Bisa shalat, bisa ngaji → banyak yang pengen tapi masih banyak yang belum mampu

Tetap Semangat
------------------
Barakallah fiikum

Salam blogger persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Blog: https://wijayalabs.com

omjay guru blogger Indonesia/dokpri
omjay guru blogger Indonesia/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4