Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Seorang kawan pengurus di PGRI bertanya kepada Omjay. Bisakah menulis dan menerbitkan buku di usia senja? Menulis dan Menerbitkan Buku di Usia Senja itu sangat bahagia rasanya. Oleh karena itu Jangan Biarkan Api literasi Itu Padam. Mari kita nyalakan terus api literasi di dalam diri.
Ada sebuah curahan hati yang sangat menyentuh hati. Seorang bapak menulis pesan sederhana, tetapi sarat makna. Dahulu ketika masih aktif mengajar, beliau rajin menulis buku ajar dan modul pembelajaran.
Aktivitas menulis bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari pengabdian sebagai guru. Namun setelah memasuki masa purna tugas, semangat itu perlahan memudar.
Kesibukan baru, perubahan ritme hidup, dan mungkin rasa lelah membuat pena tak lagi sering menari di atas kertas. Omjay menjadi teringat ketika menerbitkan buku-buku Omjay.

Lalu pada tanggal 27 Juni 2023, saat bertemu sahabat lama di Asrama Haji Yogyakarta, muncul kembali percikan semangat menulis. Hati kembali tergerak. Ada keinginan untuk berkarya lagi.
Sayangnya, kesibukan di kampus membuat niat itu kembali kandas di tengah jalan. Beliau belum sempat menulis karena kesibukan. Padahal menulis dalam kesimbukan itu asyik kata Cak Khoiri memberikan motivasi kepada kami.
Kisah ini sebenarnya bukan hanya milik satu orang. Banyak guru, dosen, dan pensiunan pendidik mengalami hal yang sama. Ketika masih aktif mengajar, mereka penuh ide, penuh energi, dan terbiasa menghasilkan karya.
Namun setelah usia bertambah dan rutinitas berubah, semangat berkarya perlahan meredup. Omjay juga ikut merasakannya. Omjay berusaha melawannya dengan banyak membaca, dan kemudian menuliskannya kembali supaya tidak pikun di usia senja.
Harus disadari sesungguhnya, usia senja bukan akhir dari kreativitas. Justru di usia itulah seseorang memiliki kekayaan pengalaman yang luar biasa. Itulah yang Omjay alami dan rasakan setelah menjadi ULAMA. Usia Lanjut Masih Aktif, hehehe.