Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Belajar Menulis Bareng ibu Rita Wati Guru Berprestasi Dari Bali

19 Mei 2026   04:55 Diperbarui: 19 Mei 2026   08:03 206 5 1

Menulis ternyata bukan hanya tentang kata-kata. Menulis adalah tentang memberi manfaat. Jadi terus saja menulis dan niatkan untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

Dalam pertemuan KBMN PGRI malam itu, narasumber ibu Rita Wati menjelaskan bahwa karya tulis bisa menjadi jembatan menuju prestasi nasional. Banyak guru yang akhirnya menjadi pembicara, penulis buku, bahkan mendapatkan penghargaan karena konsisten menulis.

Omjay tersenyum mendengar penjelasan tersebut. Sebab beliau pernah mengalami sendiri bagaimana tulisan membuka pintu-pintu yang sebelumnya terasa mustahil.

Dari blog sederhana, Omjay mulai diundang menjadi narasumber. Dari tulisan harian, lahirlah buku-buku inspiratif. Dari kebiasaan menulis, beliau dikenal sebagai Guru Blogger Indonesia.

Padahal semuanya dimulai dari satu langkah kecil: berani menulis.

Malam itu peserta KBMN PGRI tampak antusias. Banyak yang awalnya merasa tidak percaya diri menulis. Ada yang berkata dirinya tidak pandai merangkai kata. Ada yang takut tulisannya jelek. Ada pula yang merasa usianya sudah tidak muda lagi untuk mulai belajar.

Namun Omjay selalu punya jawaban sederhana.

"Menulis lah dulu. Jangan takut salah. Karena penulis hebat pun dulu pernah menjadi penulis pemula."

Kalimat itu terasa sederhana, tetapi sangat menguatkan.

Di sela diskusi, moderator membacakan beberapa resume peserta yang sudah diunggah ke blog. Salah satunya tulisan dari [Sa'diyah](https://sadiyah83.blogspot.com/2026/05/berkarya-berprestasi-di-kancah-nasional.html?utm_source=chatgpt.com) yang mengangkat semangat berkarya di tengah keterbatasan. 

Ada juga tulisan dari [Hayatunnufus](https://nufusana81.blogspot.com/2026/05/menulis-untuk-bertumbuh-dan-berprestasi.html?utm_source=chatgpt.com) yang menekankan bahwa menulis bukan sekadar mengejar popularitas, tetapi sarana bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Omjay merasa haru membaca semangat para peserta. Dulu Omjay juga seperti mereka. Belajar perlahan. Menulis perlahan. Bahkan sering ditertawakan karena terlalu rajin menulis di blog.

Tetapi Omjay percaya satu hal: orang yang terus berkarya tidak akan pernah kalah oleh keadaan.

Prestasi tidak selalu dimulai dari panggung besar. Kadang prestasi dimulai dari keberanian menulis satu paragraf setiap hari. Dari keberanian mengunggah tulisan pertama. Dari keberanian menerima kritik dan terus belajar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4