Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Susahnya Tagih Hutang Ke Teman Sendiri

20 Mei 2026   09:53 Diperbarui: 20 Mei 2026   09:53 87 2 1

Hari demi hari berlalu. Omjay mulai merasa tidak nyaman. Di satu sisi ia membutuhkan uang itu kembali karena ada kebutuhan keluarga dan aktivitas pendidikan yang harus dipenuhi. Namun di sisi lain, ia juga tidak ingin merusak hubungan pertemanan hanya karena urusan hutang.

Inilah dilema terbesar ketika meminjamkan uang kepada teman sendiri. Kita serba salah. Kalau ditagih terlalu sering, takut dianggap tidak percaya atau pelit. Kalau didiamkan, justru membuat hati kesal dan pikiran tidak tenang. Omjasy mulai belajar cara menagih hutang pada orang yang susah ditagih melalui youtube.

https://www.youtube.com/shorts/I6hH5q657yM?feature=share

Fenomena ini sebenarnya sangat umum terjadi di masyarakat Indonesia. Banyak orang lebih berani berhutang daripada bertanggung jawab untuk membayar. Bahkan ada yang setelah meminjam uang justru menghindar, sulit dihubungi, dan pura-pura lupa. Ironisnya, pihak yang meminjamkan uang sering merasa sungkan untuk menagih.

Dalam budaya timur yang menjunjung tinggi rasa tidak enakan, menagih hutang kepada teman sering dianggap tindakan yang kurang sopan. Akibatnya, orang yang memberi pinjaman justru memendam rasa kecewa sendirian. Tidak sedikit pula persahabatan bertahun-tahun berakhir hanya karena hutang yang tidak dibayar.

Omjay mengambil banyak pelajaran dari pengalaman tersebut. Omjay menyadari bahwa membantu teman memang baik, tetapi harus tetap menggunakan pertimbangan yang bijaksana. Menolong orang lain jangan sampai membuat diri sendiri kesulitan. Kita perlu memahami batas kemampuan diri.

Seorang kawan guru pernah mengatakan bahwa sebelum meminjamkan uang, sebaiknya kita siap dengan kemungkinan terburuk, yaitu uang tersebut tidak kembali. Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi sangat dalam maknanya. Jika sejak awal kita sudah siap kehilangan, maka rasa kecewa tidak akan terlalu besar.

Selain itu, penting juga membuat kesepakatan yang jelas. Banyak orang merasa tidak enak membuat catatan hutang kepada teman sendiri. Padahal, catatan sederhana justru bisa menjadi pengingat agar kedua belah pihak sama-sama bertanggung jawab. Kesepakatan tentang waktu pembayaran dan jumlah hutang akan membantu menghindari kesalahpahaman.

Kisah Omjay juga mengajarkan bahwa karakter seseorang bisa terlihat ketika berurusan dengan hutang. Orang yang bertanggung jawab akan berusaha menepati janji meskipun harus mencicil sedikit demi sedikit. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab sering kali menghilang tanpa kabar.

Sebagai seorang guru dan blogger, Omjay tidak hanya membagikan pengalaman hidup, tetapi juga hikmah di balik setiap peristiwa. Ia memilih menyikapi masalah tersebut dengan bijak. Walaupun merasa kecewa, ia tidak membalas dengan kemarahan. Omjay percaya bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Dari kisah tersebut, kita belajar bahwa uang memang bisa menguji hubungan pertemanan. Banyak sahabat akrab berubah menjadi asing karena persoalan hutang. Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati ketika memutuskan memberi pinjaman kepada siapa pun, termasuk kepada teman dekat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4