Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Belajar Menulis Publikasi Ilmiah dan Legalitas Karya Tulis Bersama Ibu Eka Yulia di KBMN PGRI

20 Mei 2026   15:14 Diperbarui: 20 Mei 2026   15:14 217 5 3

Legalitas Karya Tulis Jangan Diabaikan

Selain publikasi, hal lain yang sangat penting adalah legalitas karya tulis. Banyak penulis pemula belum memahami bahwa karya mereka perlu memiliki perlindungan hukum.

Legalitas karya tulis mencakup beberapa hal seperti:

  • Hak cipta
  • ISBN buku
  • Surat pencatatan kekayaan intelektual
  • Penerbit resmi
  • Bukti publikasi

Tanpa legalitas, karya yang sudah dibuat dengan susah payah bisa saja diklaim atau digunakan pihak lain tanpa izin. Karena itu, penulis perlu memahami bagaimana cara melindungi hasil pemikirannya.

Hak cipta bukan sekadar formalitas. Itu adalah bentuk penghargaan terhadap proses kreatif seseorang. Ketika karya memiliki legalitas, penulis memiliki bukti kuat bahwa karya tersebut memang miliknya.

Banyak penulis baru merasa takut mengurus legalitas karena dianggap rumit. Padahal saat ini prosesnya semakin mudah. Bahkan beberapa komunitas literasi membantu anggotanya mengurus ISBN maupun hak cipta karya.

Guru Harus Berani Menulis

Kegiatan seperti KBMN sesungguhnya bukan hanya kelas biasa. Ini adalah ruang perjuangan literasi. Di sana para guru belajar saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan membangun kepercayaan diri.

Sering kali guru merasa dirinya bukan penulis hebat. Padahal pengalaman mengajar setiap hari adalah sumber tulisan yang luar biasa. Kisah sederhana di kelas bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Dr. Wijaya Kusumah atau yang akrab disapa Omjay pernah mengatakan bahwa menulis itu seperti berbicara yang diabadikan. Semakin sering menulis, semakin terlatih kemampuan berpikir dan menyampaikan gagasan.

Karena itu, guru tidak boleh takut salah saat mulai menulis. Tulisan pertama mungkin belum sempurna, tetapi keberanian untuk memulai adalah langkah paling penting.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5