Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Hari penyembelihan kurban tiba. Saya ikut membantu panitia membagikan daging kepada warga sekitar. Saya melihat wajah-wajah bahagia para penerima daging kurban. Ada tukang ojek, pedagang kecil, buruh harian, hingga janda lansia yang hidup sederhana.
Seorang bapak tua memegang tangan saya sambil berkata,
"Terima kasih ya Pak Guru. Sudah lama saya tidak makan daging."
Kalimat sederhana itu membuat mata saya berkaca-kaca. Saya baru menyadari bahwa kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih rasa cinta berlebihan kepada harta.
Kejadian ajaib mulai terjadi beberapa hari kemudian.
Suatu sore, saya mendapat telepon dari seorang sahabat lama yang sudah bertahun-tahun tidak berkomunikasi. Sahabat tersebut menawarkan kesempatan menjadi narasumber pelatihan literasi digital untuk guru-guru di beberapa daerah. Honor yang ditawarkan jauh lebih besar dari perkiraan saya.
Awalnya saya mengira semua itu hanya kebetulan biasa. Namun ternyata bukan hanya itu. Beberapa hari setelahnya, tulisan saya di media online kembali viral dan banyak dibaca orang.
Dari tulisan tersebut, saya mendapatkan beberapa undangan seminar dan pelatihan. Rezeki datang bertubi-tubi dari arah yang tidak disangka-sangka. Yang lebih mengejutkan lagi, ada seseorang yang tiba-tiba melunasi utang lama kepada saya. Padahal saya sendiri sudah hampir lupa bahwa orang tersebut pernah meminjam uang bertahun-tahun sebelumnya.
Saya hanya bisa terdiam. Dalam hati saya berkata, "Ya Allah, ternyata benar janji-Mu. Sedekah tidak mengurangi harta."
Sejak saat itu, saya semakin yakin bahwa keajaiban sedekah memang nyata. Bukan berarti setiap sedekah langsung dibalas dengan uang berlimpah. Kadang balasannya berupa kesehatan, ketenangan hati, keluarga yang harmonis, dipertemukan dengan orang-orang baik, atau dimudahkan urusan hidup.
Saya juga pernah mengalami kejadian lain yang tidak kalah mengharukan. Suatu ketika, ada seorang siswa yang hampir putus sekolah karena masalah biaya. Anak tersebut dikenal rajin dan memiliki semangat belajar tinggi.