Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Melihat kondisi itu, saya bersama beberapa guru berinisiatif membantu secara diam-diam. Kami mengumpulkan dana seadanya agar siswa tersebut tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Beberapa tahun kemudian, siswa tersebut berhasil lulus kuliah dan menjadi orang sukses. Pada suatu acara reuni, siswa itu datang menemui saya sambil menangis.
"Pak, kalau dulu Bapak dan guru-guru tidak membantu saya, mungkin hidup saya sudah berbeda."
Saat mendengar ucapan itu, hati saya kembali bergetar. Ternyata sedekah bukan hanya soal materi, tetapi juga tentang menanam kebaikan yang kelak tumbuh menjadi kebahagiaan.
Di zaman sekarang, banyak orang takut bersedekah karena merasa kekurangan. Padahal justru dalam keadaan sempitlah nilai keikhlasan diuji. Orang kaya mungkin mudah memberi saat hartanya berlimpah. Namun orang yang tetap mau berbagi di tengah keterbatasan memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.
Saya percaya bahwa sedekah dan kurban adalah investasi akhirat yang hasilnya sering kali juga dirasakan di dunia. Tidak selalu dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk pertolongan Allah yang datang pada waktu yang tepat.
Ada kalanya manusia merasa hidupnya berat. Rezeki terasa sempit. Masalah datang bertubi-tubi. Namun bisa jadi solusi dari semua itu bukan hanya bekerja lebih keras, melainkan juga memperbanyak berbagi kepada sesama. Karena tangan yang memberi sesungguhnya sedang membuka pintu rezeki untuk dirinya sendiri.
Kini setiap hari raya Idul Adha tiba, saya selalu mengingat pengalaman tersebut. Saya berusaha mengajak keluarga, sahabat, dan murid-murid untuk belajar ikhlas berbagi. Sebab kebahagiaan sejati bukan terletak pada seberapa banyak harta yang dimiliki, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.
Saya sering menuliskan pesan di blog pribadi yang ada di https://wijayalabs.com :
"Jangan takut miskin karena sedekah. Justru hati yang pelitlah yang sebenarnya miskin."
Dari pengalaman hidup yang saya alami sendiri, saya belajar bahwa kadang keajaiban datang setelah seseorang belajar melepaskan apa yang paling dicintainya demi membantu orang lain.
Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru blogger indonesia
Blog https://wijayalabs.com