Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Antara Mobil Ambulance dan Mobil Jenazah

23 Mei 2026   17:47 Diperbarui: 23 Mei 2026   17:47 137 5 1

Tidak ada seorang pun yang pernah tahu kapan musibah datang menghampiri. Dalam keadaan terluka dan penuh rasa syok, Omjay kembali dibawa menggunakan mobil ambulance oleh petugas tol menuju Rumah Sakit Siloam Bekasi Timur.

Perjalanan di dalam ambulance kali itu terasa berbeda. Omjay memandang langit-langit ambulance sambil berpikir panjang tentang kehidupan. Betapa manusia sering merasa kuat, padahal tubuhnya sangat lemah. 

Manusia sering merasa memiliki banyak waktu, padahal umur tidak pernah ada yang tahu batas akhirnya. Dari situlah Omjay mulai lebih menghargai waktu, kesehatan, dan kebersamaan bersama keluarga.

https://www.youtube.com/watch?v=zwpavVg6pyQ&t=47s

Namun pengalaman yang paling menggetarkan hati justru terjadi ketika Omjay menaiki mobil jenazah. Mobil jenazah pertama Omjay naiki ketika menjemput almarhum Om Dadang (Adik Ayah) dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. 

Suasana di dalam mobil terasa sangat sunyi. Tidak ada tawa, tidak ada cerita, hanya ada doa dan kesedihan yang mengisi perjalanan panjang itu. Omjay memandang peti jenazah sambil membatin, suatu hari nanti setiap manusia pasti akan mengalami perjalanan terakhir seperti ini.

Pengalaman berikutnya jauh lebih berat. Omjay kembali menaiki mobil jenazah ketika mengantarkan kakak pertama menuju pemakaman di TPU Malaka 1 Jakarta Timur. Perjalanan itu menjadi salah satu perjalanan paling menyedihkan dalam hidup Omjay. 

Sosok kakak yang dulu bisa diajak bercanda, berbicara, dan tertawa bersama, kini hanya diam terbujur kaku. Tangis keluarga pecah sepanjang perjalanan menuju pemakaman. 

Pemakaman Kakak Omjay/dokpri
Pemakaman Kakak Omjay/dokpri

Saat jenazah Kakak mulai dimasukkan ke liang lahat, Omjay benar-benar merasakan betapa singkatnya kehidupan manusia di dunia. Omjay melihat detik-detik ketika almarhum Kakak dimasukkan ke liang lahat.

Sejak saat itu Omjay sering merenung panjang. Omjay tidak tahu apakah suatu hari nanti akan kembali merasakan naik mobil ambulance atau bahkan mobil jenazah lagi. Tidak ada manusia yang mampu mengetahui takdir hidupnya sendiri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4