Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Antara Mobil Ambulance dan Mobil Jenazah: Omjay Belajar Tentang Kehidupan dan Kematian. Inilah kisah Omjay kali ini di kompasiana tercinta. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana.
https://www.youtube.com/watch?v=hYgU6E8XR8Y
Hidup sering kali memberi pelajaran dari arah yang tidak pernah kita duga. Ada orang belajar tentang kehidupan dari buku, ada yang belajar dari perjalanan, dan ada pula yang belajar dari rasa sakit serta kehilangan.
Omjay termasuk orang yang belajar banyak tentang arti hidup ketika beberapa kali menaiki mobil ambulance dan mobil jenazah. Pengalaman itu bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan batin yang membuat Omjay semakin sadar bahwa hidup manusia ternyata sangat rapuh.
Omjay masih ingat betul ketika pertama kali naik mobil ambulance saat terserang vertigo hebat di Tol Becakayu. Kepala terasa berputar sangat kencang, tubuh lemas, dan pandangan mulai tidak fokus.
Dalam kondisi seperti itu, Omjay hanya bisa pasrah. Di tengah hiruk-pikuk kendaraan yang melaju cepat, Omjay merasakan ketakutan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Syukurlah petugas tol begitu sigap membantu. Omjay dibawa menggunakan mobil ambulance menuju Rumah Sakit Harum Kalimalang untuk mendapatkan perawatan.
Di dalam ambulance, suara sirine terdengar sangat keras, tetapi justru membuat hati Omjay semakin sunyi. Saat itu Omjay berpikir, ternyata sehat adalah nikmat luar biasa yang sering dilupakan manusia.
Ketika tubuh sehat, manusia sibuk mengejar dunia, mengejar jabatan, mengejar harta, bahkan sering lupa menjaga dirinya sendiri. Namun ketika sakit datang, semua terasa tidak berarti. Yang diinginkan hanyalah kesembuhan.
Pengalaman kedua terjadi ketika Omjay mengalami kecelakaan di Tol Cikampek arah Jakarta. Peristiwa itu benar-benar membuat Omjay tersadar bahwa hidup manusia hanya dipisahkan oleh hitungan detik.
Tidak ada seorang pun yang pernah tahu kapan musibah datang menghampiri. Dalam keadaan terluka dan penuh rasa syok, Omjay kembali dibawa menggunakan mobil ambulance oleh petugas tol menuju Rumah Sakit Siloam Bekasi Timur.
Perjalanan di dalam ambulance kali itu terasa berbeda. Omjay memandang langit-langit ambulance sambil berpikir panjang tentang kehidupan. Betapa manusia sering merasa kuat, padahal tubuhnya sangat lemah.
Manusia sering merasa memiliki banyak waktu, padahal umur tidak pernah ada yang tahu batas akhirnya. Dari situlah Omjay mulai lebih menghargai waktu, kesehatan, dan kebersamaan bersama keluarga.
https://www.youtube.com/watch?v=zwpavVg6pyQ&t=47s
Namun pengalaman yang paling menggetarkan hati justru terjadi ketika Omjay menaiki mobil jenazah. Mobil jenazah pertama Omjay naiki ketika menjemput almarhum Om Dadang (Adik Ayah) dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Suasana di dalam mobil terasa sangat sunyi. Tidak ada tawa, tidak ada cerita, hanya ada doa dan kesedihan yang mengisi perjalanan panjang itu. Omjay memandang peti jenazah sambil membatin, suatu hari nanti setiap manusia pasti akan mengalami perjalanan terakhir seperti ini.
Pengalaman berikutnya jauh lebih berat. Omjay kembali menaiki mobil jenazah ketika mengantarkan kakak pertama menuju pemakaman di TPU Malaka 1 Jakarta Timur. Perjalanan itu menjadi salah satu perjalanan paling menyedihkan dalam hidup Omjay.
Sosok kakak yang dulu bisa diajak bercanda, berbicara, dan tertawa bersama, kini hanya diam terbujur kaku. Tangis keluarga pecah sepanjang perjalanan menuju pemakaman.

Saat jenazah Kakak mulai dimasukkan ke liang lahat, Omjay benar-benar merasakan betapa singkatnya kehidupan manusia di dunia. Omjay melihat detik-detik ketika almarhum Kakak dimasukkan ke liang lahat.
Sejak saat itu Omjay sering merenung panjang. Omjay tidak tahu apakah suatu hari nanti akan kembali merasakan naik mobil ambulance atau bahkan mobil jenazah lagi. Tidak ada manusia yang mampu mengetahui takdir hidupnya sendiri.
Hari ini mungkin masih sehat, masih bisa bekerja, masih bisa berkumpul bersama keluarga, tetapi esok hari belum tentu. Kehidupan manusia benar-benar penuh rahasia.
Namun ada satu hal yang pasti. Cepat atau lambat, kematian akan datang menjemput Omjay. Kematian tidak pernah melihat usia, jabatan, kekayaan, ataupun popularitas seseorang.

Semua manusia akan pulang kepada Sang Pencipta. Tidak ada yang bisa menolak ketika waktunya tiba. Tinggal kita siapkan diri menemui kematian itu datang cepat atau lambat.
Kesadaran itulah yang kini membuat Omjay berusaha menjalani hidup dengan lebih bermakna. Omjay ingin terus menulis, berbagi ilmu, dan meninggalkan jejak kebaikan melalui tulisan-tulisan di Kompasiana tercinta.
Sebab Omjay sadar, ketika manusia meninggal dunia nanti, yang tersisa hanyalah amal baik dan kenangan indah yang pernah diberikan kepada orang lain. Sebuah kenangan yang meninggalkan jejak kehidupan anak manusia.
Kini setiap mendengar suara sirine ambulance di jalan raya atau melihat mobil jenazah melintas perlahan, hati Omjay selalu terdiam. Omjay tahu ada perjuangan hidup di dalam ambulance itu, dan ada kisah perpisahan di dalam mobil jenazah itu.
Semua menjadi pengingat bahwa hidup hanyalah perjalanan singkat menuju kehidupan yang abadi. Akan ada hidup sesudah mati, dan akan ada malaikat yang akan menanyakan amal perbuatan manusia selama hidup di dunia.
Karena itu, selagi masih diberi kesempatan bernapas, Omjay ingin terus bersyukur, terus berkarya, dan terus menebarkan manfaat kepada sesama. Sebab pada akhirnya, manusia tidak akan membawa apa-apa ketika meninggalkan dunia ini. Yang dibawa hanyalah amal, doa, dan kebaikan yang pernah dilakukan selama hidupnya.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay/Kakek Jay
Guru blogger Indonesia
