Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Omjay teringat pengalaman beberapa bulan yang lalu. Saat perjalanan mudik menuju Bandung, tubuhnya tiba-tiba terasa lemas. Kepala berputar hebat. Tangan kanan sulit digerakkan. Mulut terasa kaku. Keluarga panik karena gejalanya menyerupai stroke. Omjay segera dibawa ke rumah sakit. Empat hari ia dirawat. Berbaring di atas ranjang rumah sakit membuat Omjay banyak merenung.
Mengapa ini terjadi? Awalnya pertanyaan itu muncul. Namun perlahan Omjay mengganti pertanyaannya. Bukan lagi, "Mengapa Allah memberikan ujian ini kepadaku?" Tetapi, "Pelajaran apa yang sedang Allah ajarkan kepadaku?"
Ternyata banyak sekali. Omjay belajar bahwa kesehatan adalah nikmat yang luar biasa. Omjay belajar bahwa keluarga adalah anugerah yang tak ternilai. Omjay belajar bahwa waktu sangat berharga. Dan yang paling penting, Omjay belajar untuk lebih berserah diri kepada Allah.
Sejak saat itu Omjay semakin yakin bahwa setiap ujian pasti mengandung hikmah. Kadang hikmahnya langsung terlihat. Kadang harus menunggu bertahun-tahun untuk memahaminya. Namun hikmah itu selalu ada. Sama seperti ketika Omjay berkali-kali gagal dalam perjalanan hidupnya.
Saat masih muda, banyak impian yang tidak langsung terwujud. Ada cita-cita yang tertunda. Ada rencana yang berantakan. Ada usaha yang tidak berjalan sesuai harapan. Ada tulisan yang ditolak. Ada pekerjaan yang tidak menghasilkan seperti yang diinginkan. Tetapi Omjay tidak ingin berhenti hanya karena gagal. Karena Omjay selalu mengingat satu kalimat sederhana:
"Berkali kita gagal, lekas bangkit dan cari akal."
Gagal bukan akhir perjalanan. Gagal adalah bagian dari perjalanan. Orang yang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal. Melainkan orang yang selalu bangkit setiap kali gagal.
Begitu pula ketika kita jatuh. Tidak ada manusia yang selalu kuat. Tidak ada manusia yang selalu benar. Tidak ada manusia yang selalu berhasil.
Setiap orang pasti pernah jatuh. Namun yang membedakan adalah sikap setelah jatuh. Omjay selalu berusaha memegang prinsip:
"Berkali kita jatuh, lekas berdiri, jangan mengeluh."
Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Mengeluh tidak membuat keadaan menjadi lebih baik. Mengeluh hanya menghabiskan energi yang seharusnya digunakan untuk mencari solusi. Karena itu ketika masalah datang, Omjay memilih bergerak.