Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Teknik Mengobati Trauma Anak Dengan Ilmu Hypnosis

9 Juni 2026   20:34 Diperbarui: 9 Juni 2026   20:34 247 6 1

"Kamu anak yang hebat."

"Kamu mampu berbicara dengan baik."

"Kamu memiliki banyak teman yang mendukungmu."

"Kamu semakin percaya diri setiap hari."

Saya mengulang sugesti positif tersebut beberapa kali. Teknik sederhana ini sebenarnya merupakan bagian dari hypnosis ringan yang sering digunakan dalam dunia pendidikan. 

Tujuannya bukan mengendalikan pikiran anak. Melainkan membantu anak mengganti keyakinan negatif menjadi keyakinan positif.

Beberapa minggu kemudian terjadi perubahan yang luar biasa. Anak tersebut mulai berani bertanya. Mulai aktif berdiskusi. Dan akhirnya mampu melakukan presentasi di depan kelas. Saya masih ingat senyum bahagianya ketika berhasil menyelesaikan presentasi tanpa rasa takut.

Membangun Kedekatan Emosional

Dari pengalaman selama 34 tahun menjadi guru, saya menyadari bahwa teknik hypnosis yang paling ampuh sebenarnya bukanlah teknik yang rumit. Yang paling ampuh adalah kedekatan emosional.

Anak yang merasa dicintai akan lebih mudah menerima sugesti positif. Anak yang merasa dihargai akan lebih cepat pulih dari trauma. Karena itu saya selalu berusaha menyapa siswa dengan ramah. Menghafal nama mereka. Mendengarkan cerita mereka. Menghargai pendapat mereka. Ketika hubungan emosional sudah terbangun, proses penyembuhan menjadi lebih mudah.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7